Penanganan Daging Kurban Banyak Salah

Ary, persiapan hewan kurban (1)
ARY/Bengkulu Ekspress
Petugas hewan kurban di Kantor Kemenag RL saat menyiapkan daging kurban Kamis (23/8) kemarin. Dalam penanganan daging kurban petugas dari Keswan banyak menemukan penanganan daging kurban yang salah.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Terkait dengan penanganan daging kurban selama dua hari pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Puskeswan Curup, drh Firi Asdianto menyebutkan masih banyak penanganan daging kurban yang salah. “Setelah kita lakukan pemantauan, masih banyak kita temukan penanganan daging kurban yang salah,” sampai Firi saat dikonfirmasi, Kamis (23/8) kemarin.

Dijelaskan Firi, dari pemantauan yang mereka lakukan, mereka menemukan proses penanganan daging kurban yang tidak higienis, seperti kebersihan alat-alat yang digunakan tidak terjaga. Kemudian panitia masih banyak yang menyatukan antara daging, tulang dan jeroan dalam satu wadah, padahal menurut Firi, seharusnya antara daging dan tulang harus dipisahkan dengan jeroan.

“Untuk menjaga kebersihan dan kualitas daging, seharusnya antara daging dan jeroan dipisah,” tegas Firi.
Kemudian menurut Firi, kesalahan penanganan daging kurban lainnya adalah penggunaan alas maupun pembungkus daging yang banyak menggunakan bahan tak layak digunakan untuk bahan makanan, ia mencontohkan seperti masih banyak ditemukan panitia kurban yang menggunakan plastik hitam untuk membungkus daging kurban, padahal menurutnya plastik hitam sangat berbahaya bila digunakan untuk membungkus makanan.

“Bahkan ada yang kita temukan panitia tidak menggunakan alas untuk mengumpulkan daging kurban, namun langsung dilantai, tentu saja akan mempengaruhi tingkat higienis nya,” terang Firi.

Sementara itu, untuk hewan kurban sendiri, Firi mengaku mereka tidak menemukan adanya hewan kurban yang sakit, hanya saja pihaknya masih menemukan hewan kurban yang belum memenuhi syarat umur untuk dilakukan pemotongan hewan kurban. Oleh karena itu hal tersebut, menurut Firi diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi panitia kurban, dalam menentukan usia hewan kurban tersebut, menurut Firi panitia kurban bisa meminta bantuan petugas dari Puskeswan Curup untuk melakukan pemeriksaan usia hewan yang akan dikurbankan.

“Untuk dari segi penyakit, Alhamudlillah aman, namun masih banyak kita temukan pemilihan hewan kurban yang belum cukup syarat umur,” sampai Firi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, hingga Kamsi (23/8) kemarin masih banyak dinas instansi maupun masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong yang melakukan pemotongan hewan kurban. Pemotongan hewan kurban tersebut seperti yang dilakukan oleh Masjid Masjid Al-Muqaddim yang ada di Makodim 0409/Rejang Lebong. Dimana di Masjid Masjid Al-Muqaddim tersebut panitia memotong sebanyak 5 ekor sapi yang merupakan sumbangan dari anggota Kodim 0409/Rejang Lebong dan masyarakat sekitar.”Dari lima sapi ini, kita telah membangikan sebanyak 600 lembar kupon,” sampai Imam Masjid Al-Muqaddim, H Abu Wahyu.

Selain di Masjid Al-Muqaddim, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong. Dimana di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong sendiri, total hewan kurban yang dipotong yaitu 11 ekor dengan rincian 10 ekor sapi dan 1 ekor kerbau.
“Daging kurban yang kita potong hari ini akan kita bagi menjadi 1.400 paket dan akan kita sebar ke seluruh kecamatan yang ada di Rejang Lebong ini,” sampai Kepala Kantor Kementerian Agama Rejang Lebong, Drs H Tasri MA.

Sementara itu, untuk jumlah hewan kurban yang dipotong di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Tasri hingga kemarin pihaknya belum memiliki data pasti, mengingat pelaksanaan pemotongan hewan kurban masih akan berlangsung hingga Sabtu (25/8) besok. Sehingga menurutnya masih ada kemungkinan jumlahnya bertambah.
Hanya saja, berdasarkan pendataan yang mereka lakukan hingga kemarin, jumlah hewan kurban yang dipotong di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 1.885 ekor dengan rincian 1.100 ekor kambing, 769 ekor sapi dan 17 ekor kerbau.(251)