Penambang Batubara Beraksi Lagi


BENGKULU, BE – Setelah sehari sebelumnya sempat terhenti dan lari menyelamatkan diri, Sabtu kemarin (19/5) ratusan penambang batubara di kawasan muara Sungai Bengkulu, Kelurahan Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara kembali beraksi. Jumlah penambang kali ini kian bertambah, pemakaian mesin jenset semprot yang dibawapun kian banyak, hingga mencapai puluhan. Pantauan BE di lokasi, ramainya kegiatan penambang menjadikan pemandangan pinggir pantai penuh dengan deretan pekerja dan mesin jenset yang ditopang kayu.Seorang ibu –yang tidak mau disebut namanya–, yang merupakan penambang batubara ilegal mengatakan, memang hari Jumat lalu (18/5) ada isu razia terhadap penambang batubara ilegal, sehingga semua penambang menghentikan aktivitas mereka. Namun karena razia itu hanya isu, akhinya penambang kembali turun ke pantai. “Memang kemarin ada isu razia sehingga semua aktivitas penambangan berhenti. Hari ini mulai lagi karena kami butuh uang untuk makan,” katanya.Ia mengatakan, alasan para penambang mencari batubara secara ilegal karena sudah menjadi mata pencaharian, sementara pekerjaan lain sulit didapat. Sehingga jika sehari tidak bekerja maka pendapatan mereka menjadi berkurang. Seperti diketahui harga batubara karungan adalah Rp 20 ribu/karung, sementara biasanya dalam sehari mereka bisa didapat 4 hingga 5 karung. Disisi lain, faktor harga batubara yang tinggi menjadi penyebab bertambahnya jumlah para penambang tersebut, bahkan berdatangan dari luar. Terpisah, Ketua RT 1 Kelurahan Pasar Bengkulu Aladin Awam kepada BE menyatakan, jika pihaknya tidak mengetahui asal para penambang batubara ilegal tersebut. Pasalnya selama ini penambang itu tidak pernah melapor ke pihak RT atau pemerintah terkait. Selain itu, Aladin mengaku sudah menyampaikan hal ini ke kelurahan dan sempat ke Pemkot Bengkulu. Tetapi belum ada tindak lanjut nyata ke bawah. Untuk itu ia berharap pemkot segera mengambil langkah terbaik mencari solusi nyata mengenai persoalan penambangan tersebut.(cw5).