Penambang Batu Akik Pindah Lokasi

MUKOMUKO, BE – Ratusan penambang batu akik didalam kawasan Negara di wilayah Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko mulai berkurang.
“Penambangannya tinggal beberapa orang saja lagi. Penambang itu  sudah berpindah ke hutan lain yang tidak lagi masuk di wilayah Kabupaten Mukomuko,” ungkap Kepala Kantor Penggelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko, Jasmin Sinaga melalui Kepala TU,   M Rizon dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin (24/5). Berpindahnya para penambang batu akik itu, kata Jasmin,  dikarenakan di wilayah  bukit pangeran itu batunya sudah sangat sulit dicari.  Sehingga para penambang berpindah kelokasi lain. Tepatnya dimana masih banyak ditemukan bahan batu akik yang akan dijual tersebut. “Saat ini para penambang itu sudah berpindah – pindah,” katanya.
Kendati demikian, tambah Rizon, jajarannya tetap melakukan pengawasan di dalam hutan negara yang tidak dibenarkan ada aktifitas apapun. Ini untuk menghindari terjadinya kerusakan yang dapat berdampak negatif, baik itu bagi habitat yang ada didalamnya dan lainnya.“Kita tetap melakukan pengawasan. Meskipun masih terbatasnya personil,” tutup Rizon.
Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Kecamatan Air Rami, Baihaki kepada Bengkulu Ekspress masyarakat yang melakukan penambangan di wilayah tersebut sudah sangat berkurang. Yang dikarenakan bahan batu akik  sulit dicari.
“Beberapa bulan lalu banyak yang melakukan penambangan secara manual. Mayoritas dilakukan  warga dari luar Kabupaten Mukomuko. Saat ini batu untuk bahan batu akik sulit dicari. Sehingga para penambang tidak banyak lagi melakukan aktifitas di dalam kawasan hutan tersebut,” ungkap Baihaki. (900)