Pemulihan Ekonomi Masyarakat dengan Digitalisasi Keuangan

Foto Hendrik/ BE – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Rosjonsyah, S.IP.M.Si membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Jumat (9/4).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Dimasa Pandemi Covid-19 digitalisasi keuangan merupakan salah satu solusi untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Rosjonsyah, S.IP.M.Si, Jumat (9/4).

“Pemulihan ekonomi nasional adalah fokus pemerintah saat ini. Dimana salah satunya diimplementasikan melalui digitalisasi keuangan, karena dimasa pandemi masih ada pembatasan aktivitas masyarakat,” kata Rosjonsyah saat membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Jumat (9/4).

Politisi PDIP itu mengatakan, salah satu instruksi untuk penerapan ekonomi keuangan digital, sudah tertuang dalam Kepres Nomor 3 Tahun 2021. Dimana mendorong terbentuknya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“TP2DD untuk mendorong percepatan dan memperluas implementasi transaksi keuangan elektronik Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan transaksi keuangan daerah. Serta mendukung sistem pembayaran secara digital, dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Joni Marsius mengatakan, dari 135 TP2DD yang terbentuk di seluruh Indonsia, untuk Provinsi Bengkulu sendiri baru ada 5 TP2DD yang terbentuk dari 11 Pemda.

“Ini berarti ada 6 lagi Pemda yang belum terbentuk TP2DD. Kita mengharapkan Pemda dapat mendorong percepatan elektronik digitalisasi ekonomi dan keuangan digital untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Joni menambahkan, dalam mengakselerasi digital keuangan salah satunya juga dilakukan mekalui program QRIS, Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI). Untuk QRIS sendiri hingga saat ini sudah ada sekitar 40 ribu merchant dari target hingga akhir tahun ini sebanyak 75.400 merchant.

“Kita sudah mendorong 1.314 desa wisata dan impementasi QRIS pada objek wisata yang ada di Bengkulu” tutupnya. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*