Pemuda Terseret Ombak Belum Ditemukan

ASRI/BE
CARI: warga bersama Basarnas dan aparat melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam terseret ombak laut di pantai Pasar bawah, Selasa (8/1).

 

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress – Malang nasib yang dialami Frengk (19) warga jalan Aji Yasin, kelurahan Tanjung Mulia, Pasar Manna. Pasalnya pemuda yang baru lulus SMA sederajat tahun lalu ini sebelumnya, Senin (7/1) sekitar pukul 16.30 WIB tenggelam di muara sungai Air Manna tepatnya di pantai pasar bawah ujung. Beruntung dua rekannnya Alif (19) dan Okta (19) , keduanya warga jalan Kemas Jamaludin, Pasar Manna yang juga ikut mandi berhasil selamat. Meskipun sebelumnya sempat mandi bersama korban. Bahkan sejak, senin sore hingga kemarin, jasad koran belum berhasil ditemukan.

“ Hingga hari ini (kemarin red), jasad korban belum ditemukan,” kata Tomi, paman korban saat ditemui di pinggir pantai pasar bawah, Selasa (8/1) ketika sedang melakukan pencarian korban.

Tomi mengatakan, sebelumnya, Senin sore, ponakannya itu mandi bersama dua temannya di muara sungai Air Manna. Hanya saja saat sedang asyik mandi, ombak laut pantai pasar bawah datang dan menghantam ke-3 pemuda tersebut. Sehingga ke-3 pemuda itu terseret ke laut. B Hanya saja, dua temannya bisa menyelamatkan diri, sedangkan korban tidak bisa lagi. Sebab sudah terseret ke dalam laut dan tenggelam. Setelah korban tenggelam, keluarga dibantu warga setempat, juga sanak family bahkan Kapolres BS, Plt Bupati BS juga ikut turun mencarinya. Hanya saja jasad korban belum berhasil ditemukan.

“ kami sangat berharap, semua pihak dapat terus membantu kami mencari korban, kami memang sangat berharap korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun apapun nanti, kami sangat berharap korban segera ditemukan baik dalam keadaan selamat atau tidak,” ujar Tomi.

Okta, salah satu teman korban yang mandi di muara sungai air manna menuturkan, Senin sore itu, dirinya dan korban baru selesai membongkar tenda tempat orang pesta. Lalu mereka bertiga sepakat Senin sore mandi di muara sungai Air Manna. Hanya saja, saat sedang asyik mandi, ombak besar datang hingga menyeret ke-3 nya kelaut. Beruntung dirinya dan Alif bisa selamat, namun korban langsung terserat ke tengah laut dan menghilang ditelan ombak.

“ Sebenarnya masih sempat kami berpegangan tangan, tapi karena ombak besar, pegangan tangan terlepas, Frengki terseret ombak ke tengah sedangkan aku dan Alif bisa menyelamatkan diri,” ujarnya dengan nada lemas dan cemas serta berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan masih hidup.

Sisriyanto, perwakilan Basarnas Bengkulu, mengatakan setelah mengetahui ada warga tenggelam di laut, pihaknya langsung terjunke lokasi. Bahkan dengan dibantu anggota polres BS dan warga pihaknya melakukan pencarian mulai Senin sore hingga kemarin. Hanya saja korban belum berhasil ditemukan.

“ Kami akan terus mencarinya hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Sisriyanto.

Pantauan BE di lapangan, sejak Senin sore hingga kemarin warga ramai berada di pinggir pantai pasar bawah, mereka melakukan pencarian, ada yang menyelemi laut, ada juga yang menggunakan perahu. Bahkan ada yang mencari korban hingga ke pantai di arah kecamatan Pino raya dan ke arah pantai Ketaping, Manna. Hal itu untuk mengantipasi, jika sewaktu-waktu jasad korban muncul di pantai tersebut. Bahkan keluarga korban juga terus berada di pinggir pantai duduk di bawah tenda dengan tetap berharap korban dapat segera ditemukan dengan kondisi selamat. (369)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*