Pemuda Tenggelam di Bendungan Seluma

cari tenggelam (2)TAIS, BE – Arus deras Bendungan Seluma di Kota Tais, Seluma kembali menelan korban. Eko Wahyudi (19), pemuda asal  Jalan Hanura Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan hilang akibat tenggelam sejak 2 hari lalu.
Personil BPBD Seluma bersama dengan Basarnas hingga kemarin (26/1) serta masyarakat setempat masih melakukan pencarian. “Segala upaya pencarian terhadap korban telah kita lakukan, hanya saja hingga pukul 17.00 WIB ini korban masih belum di temukan,” kata Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Drs Ahmad Yunus MM melalui Kabid Penanggulangan Bencana Noveri SHut MM.
Dijelaskan Noveri, pihaknya bersama Basarnas kemarin memusatkan pencairan sekitar 200 meter dari posisi korban tenggelam. Karena diperkirakan korban masih tenggelam tidak jauh dari lokasi awal. Meskipun arus sungai Seluma di bendungan itu deras dan memungkinkan untuk korban terbawa sampai ke laut. Korban sendiri tenggelam Sabtu Pukul 16.30 WIB saat bersama dengan rekannya Ari dan yang lainnya bermaksud menyeberang ke sungai di bendungan tersebut.
Namun rekannya menolak, tapi korban tetap nekat untuk menyeberang. Kemudian saat akan kembali lagi, di tengah Sungai korban tergelincir dan dibawa arus sungai yang deras. Ditambah lagi, korban tidak bisa berenang. Hingga sore kemarin belum juga ditemukan. Korban sendiri saat ini sedang berprofesi sebagai pembantu penjual baju yang sedang membuka pasar malam di lokasi Kelurahan Sembayat. Karena saat akan menyeberangi sungai, korban juga bersama-sama dengan rekannya yang juga berprofesi sebagai pedagang di pasar malam. Sementara itu, keluarga korban dari Musi Rawas sejak Sabtu malam sudah tiba di lokasi dan membantu pencarian. Paman korban Herman  (45) mengatakan bahwa korban adalah anak tertua dari pasangan Hartono (48) dan Walginah (45). Selama ini korban memang sering ikut membantu jualan pedagang di lokasi pasar malam yang selalu dibuka di daerah-daerah pilihan  mereka. Namun saat akan berjualan di Kota Tais, korban tidak pamit kepada orang tuanya. Meskipun demikian, keluarganya sudah mengetahui aktivitasnya selama ini berjualan baju. “Korban memang tidak bisa berenang dan selalu ikut pedagang pasar malam ini,” jelasnya. (***)