Pemuda Gantung Diri

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Seorang pemuda bernama Agustin Irawan (23) warga Desa Nangai tayau Kecamatan Amen Kabupaten Lebong, ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di dalam kamar mandi rumahnya. Korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Data terhimpun, korban ditemukan dalam kondisi tergantung sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa (21/5), oleh kakak sepupu korban bernama Lenti (26) yang ingin ke kamar mandi. Sat itu pintu kamar mandi tertutup. Setelah ditunggu cukup lama dan di dalam kamar mandi seperti tidak ada aktifitas orang, sang kakak pun membuka pintu kamar mandi. Ketika membuka pintu kamar mandi, Lenti sangat terkejut melihat korban telah terikat kain hordeng di bagian leher dengan posisi tergantung dan lidah terjulur.

Sementara kaki menjinjit menyentuh lantai kamar mandi. Seketika Lenti langsung berteriak sehingga membangunkan warga setempat yang sebagian telah tertidur. Selanjutnya, pihak keluarga korban langsung menghubungi pihak kepolisian.

Kapolres Lebong Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andree Ghama Putra SH SIk melalui Kasat Reskrim Inspektur Satu (Iptu) Teguh Ari AJi SIk membenarkan adanya seorang pemuda yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

”Mengetahui hal tersebut, polisi dan pihak keluarga bersama langsung menurunkan dan mengevakuasi korban menuju Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, untuk dilakukan visum,” jelas Iptu Teguh.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis RSUD Lebong, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain luka jeratan sepanjang 34 centimeter di lehar korban, serta adanya sperma korban yang keluar dari kemaluan korban.“Rencana dilakukan otopsi untuk mengetahui secara pasti meninggalnya korban, namun pihak keluarga korban menolaknya,” ucapnya.

Dari hasil introgasi terhadap keluarga korban, nekatnya korban mengakhiri hidupnya diduga mengalami depresi karena 1 bulan yang lalu nenek korban meninggal dunia. Selain itu orang tua korban juga sdang dirawat di rumah sakit dan akan segera dioperasi.“Juga beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya, korban terlihat sering melamun,” sampainya.

Selain itu, dari keterangan para saksi keluarga maupun orang dekat di sekitar korban, diketahui pada 2015, korban pernah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu, karena kecanduan Lem aibon. “Itu informasi yang kita terima, pastinya saat ini korban telah dikebumikan dan keluarga korban telah mengiklaskan atas kepergian korban,” tutupnya. (614)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*