Warga BS Pasung Putranya di Pondok Kebun

ULU MANNA, BE – Masih saja ada orang tua yang memasung anaknya. Inilah yang dialami Lokman (30), seorang pemuda warga Desa Batu Aji Kecamatan Ulu Manna Bengkulu Selatan. Pasalnya anak ke-5 dari 6 bersaudara putra pasangan Munis dan Tumi yang berprofesi sebagai petani ini, sebelumnya telah mengalami gangguan jiwa. Sehingga oleh orang tuanya, ia dipasung di pondok kebunnya di Desa Batu Aji. “Dia (Lokman, red) sudah 4 bulan ini dipasung,” kata Tusin (70) yang rumahnya berjarak 5 meter dengan pondok tempat Lokman dipasung.

Menurut keterangan Tusin, sebelum dipasung, Lokman sempat memukul kepala bapaknya dengan batu. Padahal saat itu bapaknya mengajaknya untuk makan. Namun tiba-tiba Lokman mengambil batu dan memukul kepala bapaknya. Tidak hanya itu, sebelumnya Lokman juga sempat merusak pintu rumahnya padahal orang tuanya saat itu membangunkannya dari tidur dan mengajaknya makan. Ketika bangun, Lokman langsung menendang pintu kamarnya.

”Karena takut melukai dan membahayakan orang lain, orang tuanya terpaksa memasung Lokman,” kata Tusin.
Meski dipasung di pondok, tapi orang tuanya tidak meninggalkan Lokman sendiri di pondok itu. Karena orang tuanya juga ikut tidur di pondok tersebut. Masih diceritakan Tusin, pada saat Lokman masih berumur sekitar 4 tahun, Lokman sering sakit-sakitan, lalu ketika beranjak dewasa Lokman menunjukan tingkah yang aneh-aneh dan puncaknya sekitar 4 bulan lalu memukul kepala bapaknya.

Sehingga demi mengantisipasi agar Lokman tidak menyakiti orang lain, maka diapun dipasung. “Orang tuanya takut Lokman memukul orang lain yang berada didekatnya,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0408 BS Letkol Inf Syafrudin yang mengetahui kabar ini, kemarin langsung melihat kondisi Lokman yang dipasung. Dandim mengaku prihatin melihat kondisi Lokman yang semakin kurus. Dia menyayangkan cara orang tuanya yang memasung Lokman. Padahal cara itu tidak akan menyembuhkan korban. Dandim menyarankan orang tuanya ataupun pemerintah setempat, dalam hal ini kepala desa, untuk dapat melaporkanya ke Dinas Kesehatan ataupun Dinas Sosial BS agar korban tidak dipasung akan tetapi diberikan pengobatan.

“Pasung bukan untuk mengobati sakitnya, seharusnya dibawa ke rumah sakit jiwa. Untuk itu dinas terkait dapat memberikan upaya pengobatan agar korban lekas sembuh,” terangnya.

Dari pantauan BE, korban hanya diam saja dan tidak memberikan respon terhadap orang yang mengunjunginya. Sehingga saat ada yang berusaha mengajaknya ngobrol, korban hanya diam membisu dengan tatapan kosong. Sayangnya saat itu BE tidak menjumpai orang tuanya karena sedang pulang ke rumahnya di Desa Batu Aji. (369)