Pemprov Tolak Tutup PD Bimex

duit
foto : ist

BENGKULU, Bengkuulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu menolak penutupan Perusahaan Daerah (PD) Bimex yang direncanakan anggota DPRD. Pemprov menilai, PD Bimex masih memiliki potensial untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Potensinya itu besar, cuma belum tergali secara maksimal,” ujar Asisten II Setdaprov Bengkul, Hj Yuliswani SE MM kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (2/7).

Dijelaskannya, pemprov saat ini masih terus berpikir agar PAD dari semua unit Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk bisa meningkat.  Salah satunya PD Bimex tersebut, juga masih dituntut agar mendapatkan PAD lebih besar dari tahun ke tahun.  “Kita terus dorong agar BUMD itu bisa berjalan secara sehat,” paparnya.

Untuk mendorong langkah tersebut, pemprov juga telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang BUMD ke DPRD Provinsi Bengkulu untuk menjadi Perda. Salah satu dari Rancangan Perda tersebut, nantinya di aturan turunan tersebut bisa mengubah PD Bimex menjadi Perusahaan Terbatas (PT).

Sehingga Bimex sendiri bisa bergerak secara konfesional, seperti perusahaan besar lainnya. “Ini yang sekarang masih dibahas. Kalau bisa jadi PT bisa maksimal lagi kerjanya,” tutur Yulis. Jika telah menjadi PT, maka keuangan perusahaan juga bisa lebih sehat. Para pemilik usaha juga bisa berinvestasi dalam perusahaan tersebut.

Namun demikian, untuk membuat hal tersebut terwujud, tidak bisa dilakukan secara cepat. Membutuhkan aturan yang jelas, sehingga tidak melanggar aturan. “Sekarang aturannya itu, PD itu tidak ada lagi harusnya bisa jadi PT. Tapi memang butuh aturan yang kuat dalam bentuk perda,” ungkapnya.

Dalam usulan Raperda BUMD itu, menurut Yulis tidak hanya akan mengatur rencana PD Bimex menjadi PT. Tapi juga akan mengatur secara luas terhadap semua BUMD yang dimiliki oleh Pemprov. Sebab, aturan tersebut nantinya tentu akan berdampak besar untuk peningkatan PAD Provinsi Bengkulu.

“Kita yakin BUMD yang kita miliki, bisa memberikan kontribusi besar untuk peningkatan PAD Bengkulu,” tutup Yulis. Untuk diketahui, sebelumnya Anggota DPRD Provinsi Bengkulu berkeinginan untuk menutup Perusahaan Daerah (PD) Bimex.  Sebab, PD Bimex tidak terlalu besar memberikan kontribusi dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), hanya Rp 15 juta pertahunnya.(151)