Pemprov Siap Bangun SDN 62

RIO-SISWA SDN 62 BELAJAR DI TERAS RUMAH WARGA LAGI- (1)
BENGKULU, BE – Tak kunjung selesainya masalah sengketa lahan Sekolah Dasar (SD) Negeri 62 oleh Pemerintah Kota Bengkulu, mengelitik sanubari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd mengatakan, jika Pemkot tidak memiliki solusi atas sengekat itu, maka Pemprov siap membangun ruang kelas baru sehingga siswa-siswi SDN 62 tersebut tidak diterlantarkan dalam waktu yang cukup lama.
“Pemprov siap membangun lokal baru untuk SDN 62 itu,” kata Junaidi melalui pesan singkatnya, kemarin.
Menurutnya, pemprov siap membangun ruang kelas yang baru itu dengan syarat lahannya harus disediakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Karena anggaran yang dimiliki pemprov sangat  terbatas jika sekaligus untuk membeli lahannya.
“Untuk membangun ruang kelas baru itu, kita akan menggunakan dana APBD provinsi tahun ini, dengan catatan lahannya ada dan lahan itu tidak bermasalah atau sengketa,” ujarnya.
Besaran anggaran yang bakal diplot mencapai Rp 1,080 miliar untuk membangun 6 ruang kelas baru. Dengan rincian, setiap ruang kelas akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 180 juta.
“Perkiraan kita, satu RKB itu akan menelan anggaran Rp 180 juta atau jika  kita mau memberikan 3 RKB saja, maka membutuhkan anggaran sebesar sebesar Rp 540 juta. Namun jika 3 RKB itu belum cukup, maka kita akan memberikan 6 RKB dengan total anggaran Rp 1,080 miliar. Baik untuk 3 RKB atau 6 RKB sekaligus dananya sudah siap,” paparnya.
Bantuan tersebut merupakan bentuk keprihatinan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap nasib
siswa-siswi yang menempuh pendidikannya di sekolah tersebut.
“Lokasi atau lahannya kita serahkan ke Pemerintah Kota untuk mencarinya,” imbuhnya.
Dalam menentukan lahan pembangunan gedung SD tersebut, lanjutnya, sebaiknya tetap berada di kawasan SDN 62 saat ini di Sawah Lebar, dengan pertimbangan agar para siswa tidak terlalu jauh untuk pergi ke sekolah.
“Lahan ini juga harus dipertimbangkan dengan baik, jangan sampai mentang-mentang Pemkot punya lahan di Bentiring lantas membangun SDN 62 di Bentiring, kasihan siswanya yang tergolong masih kecil,” timpalnya.
Untuk itu,  gubernur berharap Pemda Kota cepat mendapatkan lahan untuk lokasi pembangunan gedung baru SDN 62 tersebut. Jika dibiarkan, maka semakin lama pula para siswa-siswi itu terlantar dan merasa terusik oleh tindakan yang dilakukan ahli waris pemilik lahan.
“Kita tergantung lahannnya. Jika sudah tersedia dan tidak bermasalah, maka pembangunan langsung bisa dilakukan,” tutupnya. (**)