Pemprov Ragu Kucurkan Hibah Tabot

BENGKULU, BE –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu merasa ragu untuk mengucurkan hibah Tabot sebesar Rp 400 juta.   Karena trauma dengan kasus hukum yang terjadi sebelumnya. Sebab itu, hingga saat ini belum akan mengucurkan anggaran itu, sebelum benar-benar ada jaminan dari KKT (Kerukunan Keluarga Tabot)  terhadap prosedur penggunaan anggaran yang benar.

“Kita ragu bila nanti penggunaan anggarannya (hibah Rp 400 juta) tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, bisa menimbulkan kasus hukum.  Kami yang mengeluarkan ikut terseret-seret,” kata Kepala Biro Keuangan Setda Pemprov Hj Yuliswati, kemarin.

Ia mengatakan penggunaan hibah tabot tahun sebelumnya Rp 400 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terulang lagi tahun ini. Pihaknya akan melakukan kajian dan evaluasi terlebih dahulu, apakah hibah tabot tersebut dapat dicairkan atau tidak.

“Harus ada komitmen dulu (penerima hibah). Jangan sampai nanti, mentang-mentang dana hibah,  penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut Yusliwati, untuk anggaran tahun 2013 nanti, tidak akan ada  lagi hibah untuk tabot.  Tetapi, anggarannya akan diserahkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebuadayaan Provinsi. “Anggaran itu dikelola oleh Disparbud, sehingga laporannya jelas. Item kegiatannya tetap untuk tabot, tapi pelaksananya dinas,” katanya.

Sementara Plt Ketua Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Syiafril, usai melobi pencarian hibah tabot di Sekretariat Daerah Pemprov, mengaku  belum memiliki kejelasan pencarian dana tersebut. Padahal, diungkapkannya  pelaksanaan tabot tinggal beberapa hari lagi. “Maksud kami, ya kalau bisa dicairkan segera, supaya tidak  telat,” katanya.

Ia mengatakan baik hibah dari Pemprov Rp 400 juta dan Rp 300 juta dari Pemkot, hingga saat ini belum ada yang diserahkan kepada KKT.  “Kalau tidak ada ya, kami akan seadanya,” kata Syiafril.

PAD Tabot Diusulkan Rp 150 Juta
Perayaan festival tabot di Kota Bengkulu akan berlangsung pada 14 hingga 24 November mendatang, segala persiapan mulai dilakukan.

  Seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bengkulu, event organizernya Dewan Asyura Tabot Bengkulen dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bengkulu.

Dana yang dikucur pun cukup besar  mencapai Rp 700 juta. Dari perayaan tabot tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diusulkan oleh EO hanya Rp 150 juta, dengan rincian Dewan Asyura Rp 100 juta dan SPSI mengusulkan Rp 50  juta.

  “Kedua EO tersebut telah menyampaikan usulannya kepada kami, tapi belum kami putuskan mengingat jumlah lapak dan luas area belum diketahui secara pasti,” kata kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ir Kemas Zaini saat pengukuran lokasi perayaan festival tabot, kemarin.

Berdasarkan PAD yang diperoleh tahun sebelumnya, Rp 150 juta yang diusulkan kedua EO tersebut telah mengalami peningkatan 3 kali lipat dari tahun 2011 lalu. Karena pada 2011 lalu hanya mendapatkan PAD Rp 50 juta.

“Saya tidak muluk-muluk dalam menyelenggarakan even ini, kalau Rp 150 juta itu saya oke kan maka sudah naik 3 kali lipat, tapi itu belum putus  kemungkinan akan naik lagi jika jumlah lapak untuk masing-masing EO telah diketahui,” ungkapnya.

Sementara untuk lapak yang dikelola langsung oleh Disparbud ada sebanyak 20 lapak dengan ukuran 3×4 meter, dengan sewa Rp 2,5 juta perlapak. Lapak tersebut akan disewakan kepada instansi pemerintah seperti kabupaten atau lembaga lain yang ingin ikut tampil dalam pameran tersebut.

“20 buah lapak tersebut akan dikelola oleh Disparbud yang diperuntukkan instansi yang ingin mengikuti pameran yang bersifat pembangunan,” ujarnya.

Disinggung mengenai teknis pelaksaan even tersebut, Kemas pihaknya bersama EO berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik, baik dari segi penataan pedagang maupun penempatan panggung utama dan tenda pameran lainnya.

“Khusus didepan toko, kita memberikan kesempatan kepada pemiliknya untuk berjualan sebatas teras yang ia miliki, setelah itu ditarik sejauh 3 meter untuk jalan. Penempatan tenda pedagang pun akan didesain tidak terlalu padat, sehingga ada ruang bagi pengunjung untuk berjalan,” tuturnya.

Sedangkan panggung utama akan ditempatkan di belakang view tower dan menghadap kearah panggung tamu permanen yang telah ada dilokasi tersebut. (100/400)