Pemprov Perketat Pintu Masuk ke Wilayah Provinsi Bengkulu

Hendrik/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah meninjau pelayanan medis dan pendaatan orang atau penumpang yang hendak masuk ke Bengkulu di wilayah perbatasan Bengkulu- Sumsel, Jumat (27/3).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah melakukan peninjauan di wilayah perbatasan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan yakni Perbatasan Rejang Lebong – Lubuk Linggau dan Kabuapten Kepahiang – Empat Lawang. Hal itu guna mencegah penyebaran corona virus atau Covid-19.

Hendrik / BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah memberikan semangat untuk para satuan tugas dan tim medis yang memeriksa setiap orang dan kendaraan yang masuk ke Bengkulu di posko jaga perbatasan Bengkulu – Sumsel

Dalam peninjauannya itu Rohidin tak hentinya memberi semangat untuk para satuan tugas dan tim medis yang memeriksa setiap orang dan kendaraan yang masuk ke Bengkulu di posko jaga.

Tak hanya itu, Rohidin menegaskan kepada tim untuk menyuruh pulang jika menemukan warga yang hendak masuk ke Bengkulu dengan suhu tubuh di atas 37,5 ° dan mengalami gejala klinis dengan riwayat dari daerah yang terpapar pandemi corona virus atau covid-19 maka tidak diperbolehkan masuk Bengkulu.

Hendrik / BE – Pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan oleh tim medis di wilayah Pintu perbatasan Bengkulu – Sumatera Selatan.

“Jika ternyata berasal dari daerah terjangkit covid -19 dan mengalami demam maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan masuk Bengkulu,” tegas Rohidin usai meninjau posko perbatasan Bengkulu -Lubuk Linggau, Jumat (27/3).

Jadi kesimpulannya, jika penumpang atau orang gang hendak masuk ke Bengkulu sudah ada gejala demam dan yang bersangkutan berasal dari daerah terjangkit diputuskan untuk tidak boleh masuk Bengkulu apapun alasannya. Sementara, jika sehat dan suhu tubuh normal penumpang atau orang diperbolehkan masuk ke Bengkulu namun harus didata secara lengkap terlebih dahulu.

Hendrik/ BE – Penyemprotan cairan disinfektan ke mobil yang hendak masuk ke Bengkulu di wilayah pintu perbatasan.

“Kita berharap dengan perketat perbatasan wilayah perbatasan seperti ini menggunakan satu pintu akan menangkal masuk covid-19 ke Bengkulu,” ujarnya.

Diperketatnya sambung Alumnus UGM itu, pemeriksaan yang dilakukan di daerah perbatasan wilayah dan pintu masuk ke Bengkulu melalui pemeriksaaan suhu tubuh akan terus dilakukan sampai kondisi di Indonesia bebas dari virus corona. Adapun, evaluasi terhadap pengukuran suhu tubuh ini akan dilakukan setelah berjalan selama dua pekan.

Tak hanya pengukuran suhu tubuh, penumpang atau orang yang datang juga diminta membersihkan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun dan disemprot disinfektan. Hal itu guna memperkecil penyebaran Covid-19. Asalkan semua elemen masyarakat dan kepala daerah dalam hal ini Bupati dan walikota selaras bersama untuk menjaga Provinsi Bengkulu tetap pada zona hijau yang terhindar dari corona. (HBN/ADV)