Pemprov Pawai dan Zikir Akbar

PAWAI
IST/Bengkulu Ekspress
Ribuan ASN Pemprov dan Kemenag mengikuti pawai menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 Hijriyah di simpang 5 Kota Bengkulu, kemarin (11/9).

Sambut Tahun Baru Islam

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menmyabut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 Hijriyah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu menggelar pawai dan zikir akbar di Masjid Akbar At-Taqwa Kota Bengkulu.

Setidaknya 11 ribu peserta mengikuti pawai dan zikir akbar persebut. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, kegiatan ini menjadikan semangat baru bagi masyarakat muslim untuk bangga menyambut tahun baru Islam dengan meriah.

“Ini paling tidak menanamkan kesadaran, kecintaan dan rasa bangga kita bahwa tahun baru Islam itu juga harus kita rayakan dan kita sambut dengan meriah,” terang Rohidin dalam sambutannya di Masjid Akbar At-Taqwa Kota Bengkulu, kemarin (11/9).

Dijelaskannya, dengan semangat menyambut tahun baru Islam itu, maka akan terus membangun nilai keislaman di dalam diri umat muslim.

“Harapan kita bersama, langkah ini menjadi tonggak semangat kita untuk membangun keberislaman,” paparnya.Menurutnya, kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya. Sebab, selain bisa meningkatakan nilai Islam, tentu hal ini juga sebagai wadah silahturahmi antar sesama.



“Kita bisa mengerakkan sumber daya masyarakat untuk sama-sama menjalin silaturahmi,” tambah Rohidin.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs H Bustasar MS MPd mengatakan, kegiatan ini juga sebagai bentuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan umat muslim di Bengkulu. Selain di tingkat provinsi, pelaksanaan pawai dan zikir akbar ini juga dilaksanakan di tingkat kabupaten-kota se-Provinsi Bengkulu.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan pawai dan zikir akbar ini dengan meriah. Kita berharap di tahun baru ini masyarakat semakin rukun dan bersatu serta kita sama-sama mendo’akan semoga Provinsi Bengkulu semakin maju, aman dan kondusif,” pungkas Bustasar. (151)