Pemprov Jemput Sangkut Andika


Perwakilan Dinsos Provinsi Bengkulu mengunjungi Sangkut Andika (13) yang hidup sebatang kara di Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, Selasa (20/8).

Jamin Biaya Hidup
dan Pendidikannya

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Bocah laki-laki bernama Sangkut Andika (13) sempat viral karena hidup sebatang kara di Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah bersimpati dan berjanji bahwa kehidupan Sangkut akan lebih baik, memperoleh kehidupan layak serta menjamin anak tersebut mendapatkan pendidikan terbaik sesuai jenjang yang ditempuhnya (kelas 1 di SMPN 31 Seluma).

“Sesuai instruksi, Pak Gubernur meminta Sangkut untuk dibawa ke Bengkulu dan kemarin Senin (19/8) tim Dinsos sudah serah terima dengan pihak keluarga dan perangkat desa setempat,” jelas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO, kemarin (20/8).

Dikatakan, pihak keluarga sudah menyerahkan Sangkut untuk dididik dan dibina Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dinsos Provinsi Bengkulu akan membawa Sangkut ke Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) agar kehidupannya lebih terjamin.



“Pihak keluarga sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur kepada ananda Sangkut. Di PSBR ia akan belajar bersama anak-anak lainnya, Pemprov akan menanggung semua biaya hidup dan pendidikannya hingga ia berhasil meraih mimpinya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Sangkut selama ini hidup bersama bibinya di Desa Rawa Indah, sedangkan ayahnya, Liskan sudah meninggal dan Ibunya Sri Mulyani (38) tinggal di Desa Air Barus Kabupaten Kepahiang berkebun kopi.

Sangkut viral di youtube dengan judul “8 Saudara Meninggal Karena Gizi Buruk, Selalu Luput dari Bantuan Pemerintah”. Kepolisian Sektor Talo sebelumnya telah mendatangi kediaman Sangkut untuk mengkonfirmasi berita tersebut.

“Diinformasikan hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena berdasarkan informasi yang diterima dari Sangkut, yang merupakan anak ke-8, saudara-saudaranya sudah meninggal dunia saat masih kecil, ada yang meninggal karena lahir prematur dan lain sebagainya,” pungkas Kapolsek Talo, Iptu Sodri. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*