Pemprov Jaga Ketat Perbatasan Tangkal Corona Masuk Bengkulu

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan memperketat jalur masuk perbatasan wilayah Bengkulu dengan Provinsi tetangga. Pasalnya saat ini, Provinsi Bengkulu terkepung zona merah dengan provinsi tetangga yang telah terdampak virus dari Wuhan Cina itu.

Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah mengeluarkan arahan upaya pencegahan, penanganan penanganan dampak dan kebijakan umum akibat corona virus. Hal itu ditegaskanya saat rapat terbatas (Ratas) bersama Bupati Rejang Lebong, Bupati Kepahiang dan FKPD di Rumah dinas Bupati Rejang Lebong sebelum meninjau langsung pos jaga di wilayah perbatasan antara Kabupaten Rejang Lebong – Lubuk Linggau Sumsel dan Kabupaten Kepahiang – Kabupaten Empat Lawang.

” Kita harus serius dari seluruh elemen masyarakat dan meminta Bupati/Walikota khusunya kepada Bupati Mukomuko, Bupati Kaur, Bupati Bengkulu Selatan, Bupati Rejang Lebong dan Bupati Kepahiang, agar dapat memastikan pengamanan pintu masuk yang berbatasan dengan Bengkulu. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan pemantauan guna menyaring masyarakat yang akan masuk ke Bengkulu bebas dari Covid-19,” tegas Rohidin, Jumat (27/3).

Dalam arahan Gubernur tersebut terbagi 4 point yakni upaya pencegahan, upaya penanganan covid-19, penanganan dampak covid-19 dan kebijakan pendukung. Dijelaskan Rohdin dalam upaya pencegahan harus memaksimalkan pertama pemeriksaan identitas dan status kesehatan oleh tim terpadu dilintas batas daratan, pelabuhan laut dan poll buss. Kedua membatalkan atau menunda kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Ketiga tidak melakukan DL ke daerah yang terjangkit.

Keempat, selalu menjaga jarak ( Physical Distancing), kelima meminta dukungan kepada pelaku usaha dan tempat-tempat umum untuk menyiapkan cuci tangan atau hand sanitizer. Keenam, melakukan razia dan pemantaun di tempat umum dan keramaian dengan melibatkan polisi, satpol pp dan dinas perhubungan.

Dengan adanya pengamanan ini, sambung mantan wakil Bupati Bengkulu selatan itu dapat memperkecil penyebaran Covid-19. Asalkan semua elemen masyarakat dan kepala daerah dalam hal ini Bupati dan walikota selaras bersama untuk menjaga Provinsi Bengkulu tetap pada zona hijau yang terhindar dari corona.

” Untuk pergerakan penumpang di bandara, poll bus dan pelabuhan yang juga menjadi akses pintu keluar masuk merupakan tanggung jawab provinsi. Maka hari ini kita turun memastikan perbatasan wilayah Bengkulu agar menghindari masuknya virus tersebut ke Provinsi Bengkulu.

Senada, Kapolda Bengkulu Irjen. Supratman mengatakan, mumpung saat ini Bengkulu masih dalam zona hijau dari corona mari bersama menjaga dan mempertahankannya. Karena bukan hanya Indonesia hampir seluruh dunia terpapar covid -19.

” Saya tekankan ini permasalahan serius maka ini bukan hal untuk main-main. Harus bersama-sama bergerak tangkal corona ini,” pungkasnya.

Sementara itu juga, Gubernur Bengkulu menyerahkan bantuan berupa APD dan Rapid test secara simbolis kepada Bupati Rejang Lebong dan Bupati Kepahiang. Masing-masing menerima APD ( Alat Pelindung diri) 25 set dan 100 Rapid test covid-19. (HBN/ADV)