Pemprov Gelar Shalat Ied Tanpa Open House

Foto Rio / BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat memimpin rapat koordinasi persiapan dan kesiapan pelaksanaan Idul Fitri 1442 H di Provinsi Bengkulu secara hybrid, Selasa (4/5).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu masih akan menggelar shalat idul fitri 1442 H secara berjamaah, namun tidak melaksanakan open house. Hal itu dikatakan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah usai rapat koordinasi persiapan dan kesiapan pelaksanaan Idul Fitri 1442 H di Provinsi Bengkulu secara hybrid, Selasa (4/5).

“Untuk halal bihalal sesudah shalat nanti tetap, namun tidak dengan bersalaman,” kata Rohidin di Balai Raya Semarak, Selasa (4/5).

Ia mengatakan, jika untuk tempat wisata, jelas dalam Surat Edaran (SE) bahwa Pemprov Bengkulu melarang tempat wisata buka sejak tanggal 12-16 Mei 2021.

Lalu, kata alumnus UGM itu, dalam upaya pencegahan peyebaran Covid-19, Jumat (7/5) nanti Pemprov Bengkulu juga kembali akan menggelar rapat bersama aparat TNI/Polri. Hal ini dalam rangka memastikan adanya pos penanganan Covid-19 sampai ke tingkat Desa dan kelurahan.

“Selain itu kita melalui Polda Bengkulu juga membangun pos pengamanan di 5 titik perbatasan Provinsi Bengkulu dan Provinsi tetangga. Ini untuk memastikan tidak ada yang melakukan aktivitas mudik, kecuali misalnya ada perjalanan dinas, pengantaran orang sakit dan beberapa pengecualian lainnya,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan mudik, kata Rohidin, di dalam Kabupaten/Kota dalam Provinsi Bengkulu, masih diperbolehkan. Namun itu tergantung dengan Keputusan Walikota/Bupati yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

“Termasuk juga pesta pernikahan masih diperbolehkan asal mematuhi prokes yang dianjurkan gugus tugas Covid-19 dan mengantongi izin keramaian. Juga shalat ied idul fitri juga diperbolehkan karena kita masih dalam zona hijau, kuning dan orange. Namun sekali lagai juga tergatung dengan Kabupaten/Kota disesuaikan dengan daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Kemudian, ia menekankan Bupati dan Walikota untuk memberi perhatian penuh terhadap pelaksanaan vaksinasi, terutama untuk lansia. Apalagi saat ini target sasaran vaksinsi untuk Lansia masih rendah.

“Kita minta vaksinasi agar sesegera mungkin dilaksanakan. Jangan sampai nanti expired dan menjadi percuma,” tutupnya. (HBN)