Pemprov Diminta Kawal Janji BNPB

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu diminta untuk mengawal janji-janji yang sudah disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga janji tersebut direaslisasikan. Pasalnya Pemprov sudah menggeluarkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk menyelenggarakan peringatan bulan Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) 2014 pada 13-15 Oktober lalu.
“Saya rasa Pemprov jangan langsung percaya dengan janji-janji yang sudah diberikan. Karena kita sudah mendapatkan pengalaman pahit pada peringatan HPN beberapa bulan lalu.  Saat ini SBY pun menjanjikan banyak hal untuk Bengkulu, namun sampai sekarang apa buktinya,” kritik Ketua Fraksi Demokrat Provinsi Bengkulu, Ir Muharamin.
Menurutnya, Pemprov jangan mau tertipu dua kali dengan pemerintah pusat, karena tidak sedikit uang rakyat yang sudah dihabiskan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kami minta Pemprov mengawal dan terus menagih janji-janji itu. Ini sangat rawan, karena sebentar lagi akan terjadi pergantian pemerintahan berikut para menteri,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika bantuan tersebut kembali gagal didapat oleh Provinsi Bengkulu, bukan tidak mungkin anggota DPRD akan mempertimbangkan usulan Pemprov untuk menganggarkan dana untuk membiayai even-even nasional.
“Kita tahu HPN waktu lalu kita habis lebih dari Rp 40 miliar, dan sampai sekarang apa  hasil yang kita peroleh. Coba Rp 40 miliar itu digunakan untuk pembangunan, sudah berapa panjang jalan rusak yang kita perbaiki dan sudah berapa unit jalan usaha tani yang kita buka,” ujarnya dengan nada kesal.
Untuk diketahui, saat memperingati PRB di Hotel Horizon beberapa waktu lalu, Kepala BNPB Dr Syamsul Maarif berjanji akan memperiotaskan fasilitas bencana untuk Provinsi Bengkulu.
Dan bantuan yang berupa pembangunan shelter tsunami, kendaraan operasional, tenda, dan berbagai peralatan untuk mengurangi risiko bencana itu akan diberikan tahun depan melalui APBN 2015.
Dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Ir Kolendri optimis bahwa bantuan dari BNPB tersebut akan direalisasikan. Karena menurutnya, sejauh ini janji-janji dari BNPB belum ada yang meleset.
“Kita dijanjikan dana untuk pelatihan, tenda, peralatan pengungsian, pembangunan shelter sebanyak 3 unit dan bantuan lainnya. Saya otimis bantuan itu akan direalisasikan, karena bantuan itu merupakan bentuk penghargaan mereka kepada sebagai tuan rumah PRB 2014,” ungkapnya.
Kolendri menjelaskan, pihak BNPB sudah menyatakan bahwa bantuan  untuk Bengkulu tersebut akan diprioritaskan dalam APBN tahun 2015. Jika tidak terbukti, ia pun menyatakan siap untuk menagihnya ke BNPB.
“Selama ini BNPB itu selalu menepati janji, karena itu kita tunggu saja sampai 2015 mendatang. Kalau memang tidak ada tanda-tanda bahwa janji itu akan direalisasi, ya kita tagih ke pusat sana,” tukasnya.(400)