Pemprov Datangkan Bawang Putih Impor

RIO/Bengkulu EkspressBAWANG PUTIH IMPOR: Pekerja toko distributor bawang putih di Kawasan Pasar Minggu sedang membersihkan bawang putih impor asal China yang mulai masuk ke Kota Bengkulu, Selasa (7/5). Masuknya bawang putih impor di Kota Bengkulu membuat harga bawang putih kembali relatif stabil dengan harga jual berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per Kilogram.

Tekan Kenaikan Harga

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menanggapi harga bawang putih yang sempat melambung hingga mencapai Rp 200 ribu perkilogram, membuat Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi melakukan kerjasama dengan sejumlah distributor di Bengkulu untuk mendatangkan bawang putih impor dari Jakarta sebanyak 27 ton. Upaya tersebut dilakukan demi menstabilkan harga komoditas ini di tingkat pedagang.

Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Alpha Rizal Fadian SE MSi mengatakan, tingginya harga bawang putih di Bengkulu ditanggapi serius oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah yaitu menggandeng sejumlah distributor bawang di Kota Bengkulu. Bahkan distributor tersebut telah mendatangkan sebanyak 11 ton bawang putih impor dari luar daerah.

“Kita sudah datangkan 11 ton, dan rencananya besok (hari ini, red) ada 16 ton bawang putih impor siap masuk Bengkulu. Semoga dalam dua atau tiga hari kedepan harga bawang bisa normal,” kata Alpha, kemarin (7/5).

Seperti diketahui, harga bawang putih impor tersebut dijual dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya. Harga tersebut merupakan harga yang diberikan oleh Distributor, hal ini mengingat modal untuk membeli bawang putih di Jakarta telah mencapai Rp 29 ribu perkilogramnya.  “Stabilisasi harga yang kami lakukan ini bukan termasuk Operasi Pasar, tetapi Distributor membantu pemerintah untuk menstabilkan harga bawang putih didaerah, makanya masih ada unsur bisnisnya,” terang Alpha.

Meski begitu, pihaknya berharap harga bawang di Bengkulu tidak melambung seperti beberapa waktu yang lalu. Sehingga pihaknya memperkirakan, harga bawang putih paling mahal ditingkat pedagang mencapai Rp 60 ribu. “Kita berharap harga bawang putih bisa stabil diharga Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu perkilogramnya,” tutupnya.

Sementara itu, Distributor Bawang Putih di KZ Abidin Kota Bengkulu, Medi Renaldi mengatakan, atas permintaan dari Pemerintah, pihaknya telah menyediakan sebanyak 7 ton bawang putih impor dari Jakarta. Ini dilakukan agar harga bawang putih bisa stabil di Bengkulu.

“Kami sengaja datangkan, karena pasokannya memang kurang makanya mahal, tapi sekarang harganya dipasar sudah Rp 50 ribu perkilogramnya,” ujar Pemilik Toko Ipin ini.

Medi mengaku, untuk beberapa hari kedepan belum bisa memastikan apakah bisa mendapatkan kiriman bawang putih impor dari Jakarta. Hal ini mengingat stok yang diterima juga sangat sedikit. “Kalau saat ini 7 ton baru, cuma untuk berikutnya belum tau, karena stoknya dari pusat juga terbatas,” tutupnya.

Selain itu, Distributor Bawang Putih di Kota Bengkulu, Ipung alias Alimin mengaku, sudah mendatangkan sebanyak 4 ton bawang putih, tetapi jumlah sebanyak itu tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Kota Bengkulu. Pasalnya kebutuhan masyrakat dalam sehari mencapai 3 hingga 4 ton. “Kita berharap pasokan bawang putih dari luar Bengkulu banyak yang masuk, karena kalau bertahan dengan pasokan yang tersedia saat ini maka jumlah tersebut tidak akan cukup,” tutupnya.(999)