Pemprov Berkomitmen Lakukan Pelatihan Pemagangan Tiap Tahun

Hendrik/ Penyematan tanda peserta Pelatihan Pemagangan oleh Drs. Asep Gunawan, MM
Hendrik/ Penyematan tanda peserta Pelatihan Pemagangan oleh Drs. Asep Gunawan, MM

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan berkomitmen lakukan Pelatihan Pemagangan setiap tahun.

Hal itu disampaikannya dalam Pembukaan Bersama Program Pemagangan Dalam Negeri Berbasis Pengguna Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Forum Komunikasi Jejaring Pemagang (FKJP) Perusahaan dan lembaga pelatihan kerja swasta. Pertemuan dalam rangka Implementasi Program Dalam/Luar negeri pemaparan oleh Direktur Bina Pemagangan Kemenaker RI di provinsi Bengkulu tahun 2018.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Serba Guna Pemerintah Provinsi Bengkulu pada Kamis (1/3). Kegiatan itu dihadiri oleh Staf ahli Gubernur bidang SDM Rusdi Bakar, Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ir. Sudoto, M.Pd, Direktur Bina Pemagangan Kemenaker RI Drs Asep Gunawan MM, Sekretaris dewan komisi 4 dan para peserta pelatihan pemagangan.

” Kita lihat setiap daerah di Provinsi Bengkulu angka pengangguran masih cukup banyak, untuk itu guna menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan bermutu maka itu kita berkomitmen adakan pelatihan pemagangan ini, ” ujar Rusdi Bakar saat ditemui bengkuluekspress.com

Selain itu ia menambahkan, pelatihan pemagangan ini agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, juga membuka lapangan pekerjaan baru.

“Saya berharap para peserta nantinya fokus mengikuti pelatihan pemagangan ini. Itu karena sangat baik karena dapat menunjang mutu dan kualitas peserta nya sendiri,” harap Rusdi.

Sementara itu, Ir. Sudoto, M.Pd Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu mengatakan, Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja kita. Untuk tahun ini, kita mendapatkan 49 paket alokasi yakni 490 peserta yang akan kita ikutkan pelatihan pemagangan ini.

” Untuk pelatihan pemagangan tahun ini, kita adakan dulaun di Indonesia itu karena, untuk meningkatkan prestasi kita tahun sebelumnya yang hanya peringkat 2 se-Indonesia dari segi Partisipasi dan capaian targetnya. Semoga tahun ini kita mendapat peringkat pertama agar nantinya bisa meningkatkan alokasi peserta kedepannya,” ujar Sudoto.

Sementara itu, Drs. Asep Gunawan.MM Direktur Bina Pemagangan Kemenaker RI mengatakan, kalau pemagangan seperti ini adalah salah satu sistem pelatihan yang sangat baik. Tapi kita masih bermasalah, miss match advokasi dan pendidikan itu semua karena oknum-oknum yang sengaja mengatas namakan untuk pemberangkatan magang luar negeri dan masih banyak masyarakat kita masih terperdaya akan hal itu karena rendahnya SDM kita.

“Untuk pelatihan pemagangan ini berbeda degan magang kuliah atau sekolah. Kalau magang kuliah atau sekolah itu kan masuk kurikulum. tetapi untuk pelatihan magang ini untuk meningkatkan kopetensi tenaga kerja kita.

“Kami menghimbau, untuk BLK ( Balai Latihan Kerja) di bawah naungan Kementerian Ketenaakerjaan dan Transmigrasi tidak boleh memberikan syarat pendidikan formal untuk pelatihan pemagangan. Selain itu, daya saing kita masih rendah yang membuat kita berada di posisi ke 4 untuk pemagangan dunia dibawah, negara Cina, Vietnam dan Philipina,” tutupnya. (HBN)