Pemprov Bentuk Tim Verifikasi Lahan Pertanian

EKO/Bengkulu Ekspress
BUKA: Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah membuka Rapat Koordinasi Penyiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Provinsi Bengkulu di Grage Hotel, Selasa (22/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Badan Petanahan Nasional (BPN) membentuk tim verifikasi lahan pertanian. Pembentukan tim ini untuk menyiapkan data lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan lahan sawah di Provinsi Bengkulu.  Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, tim tersebut penting untuk memverifikasi dan validasi data lahan pertanian dan lahan sawah yang ada saat ini.

“Tujuannya tidak lain agar tercipta keseimbangan ekologis dalam tata konsep pembangunan berkelanjutan,” terang Rohidin dalam Rapat Koordinasi LP2B dan Lahan Sawah di Grage Hotel Bengkulu, kemarin (22/1).

Dijelaskannya, pendataan yang dihasilkan sebagai hal strategis bagi pengambil kebijakan pemerintah maupun bagi masyarakat pengguna lahan. Sehingga dapat memastikan perlindungan, peningkatan kualitas, dan menjamin eksistensi masyarakat.

“Muaranya tentu meningkatkan produktivitas dari lahan untuk kesejahteraan masyarakat
,” paparnya.

Ditambahkannya, data yang sinkron dan valid itu nantinya dapat dibuat peraturan daerah mengenai aturan alih fungsi lahan. Selain itu melalui verifikasi data lahan pertanian, nantinya juga akan diketahui potensi data ketersediaan pangan dan hal terkait lainnya.  “Ke depan hasilnya bisa dibuat sebuah perda,” tambah Rohidin.

Sementara itu, Kepala BPN Provinsi Bengkulu, Ir Danu Ismadi mengatakan pembentukan tim penyiapan data LP2B provinsi dan kabupaten/kota telah dilaksanakan pada 10 Januari lalu yang beranggota BPN, instansi yang membidangi tata ruang/perencanaan provinsi, bidang pertanian, bidang kehutanan, bidang pengairan dan irigasi, bidang tata pemerintahan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu.

“Tim akan bekerja melakukan verifikasi lahan secepatnya,” ujar Danu. Hasil rakor tersebut akan dilanjutkan dengan pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi data LP2B oleh tim teknis tingkat kabupaten/kota pada 1-15 Februari mendatang. Sementara ekspose hasil integrasi data LP2B dan penyerahan hasil akan dilaksanakan akhir Maret 2019 mendatang.  “Target bulan Maret sudah bisa diekspos hasilnya,” pungkasnya. (151)