Pemprov Bengkulu Evaluasi Paska Bencana Dengan Pemda Kabupaten/Kota

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat evaluasi paska bencana banjir dan longsor, yang terjadi pada 26 -28 April lalu. Rapat bersama Forkopimda plus dan FLPD kabupaten dan kota serta pihak terkait ini digelar di Gedung Balai Raya Semarak, pada Senin (27/5). Evaluasi tersebut dihadiri langsung Sekretaris Utama BNPB RI, Ir. Dody Ruswandi, MSCE.

Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah mengatakan, evaluasi penanggulangan dampak bencana yang terjadi di Provinsi Bengkulu, menginventarisasi berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana untuk segera direhabilitasi secara lebih baik.

“Pertama kita memvalidasi kerusakan baik Kabupaten atau kota, sudah mendapat sambutan dari Sekretaris BNPB. Mereka mengatakan segera diusulkan kerusakan yang ada dan dibahas pada rapat khusus antara BNPB dan gubernur di BNPB Jakarta. Dengan bahan yang telah dismpaikan para bupati walikota yang terdampak bencana,” terang gubernur.

Dilanjutkan Gubernur, rapat ini sangat terpadu. Jangan sampai data kerusakan yang ada tercecer. Selanjutnya, pemprov Bengkulu membentuk forum Daerah Aliran Sungai (DAS) terpadu dan dibuat sekretaris khusus untuk mulai melakukan gerakan perbaikan pengeloalan DAS yang ada di Provinsi Bengkulu. Terutama Dengan 4 DAS utama yang ada di Provinsi Bengkulu yakni, Ketahun, Bengkulu, Bengkulu Selatan dan Kaur.

“Bentuk kegiatan tadi sudah disepakati penanaman pohon ada program pembangunan teknis dam, bronjong dan pelapis tebing,” ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan itu.

Masih kata gubernur, ada beberapa usulan strategis terkait yang pertama relokasi jalan nasional di Desa Padang Bakung kabupaten Seluma, Relokasi Desa Genting di Kabupaten Benteng. Kemudian, pengelolaan PLTA Musi terkait SOP buka tutup termsuk daya tampung DAM dan saluran pengeluaran, ketersediaan air oleh PAM Regional Kobema, pembuatan jalur evakuasi alternaitif jalan nasional yang menghubungkan Benteng hingga Kepahiang.

“Termasuk normalisasi Sungai Bengkulu, dengn melakukan pembangunan DAM dan pembebasan lahan melalui Kementerian Sosial, dan penanganan daerah hilir yang terdampak pendangkalan yang tinggi atau sidementasinya sangat berat,” tandasnya.

Ditambahkan gubernur, tak kalah pentingnya, yaitu penanganan paska banjir. Kemudian, perguruan tinggi untuk membantu terkait evaluasi kinerja dokumen lingkungan baik perkebunan maupun pertambangan yang ada di Provinsi Bengkulu. Pemerintah tidak ingin bermaksud menghakimi secara sepihak, namun itu demi mencari solusi yang produktif, agar keberlangsungan bersama kolaborasi antara investasi dan kinerja lingkungan menjadi baik. (HBN)

Berikut data kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu.

1. Bengkulu Selatan,:
Pemukiman rusak 18 unit, 2 jembatan baja rusak, 14 jembatan gantung rusak, 2 jembatan bailey rusak, 50 H sawah terendam, 200 H Lahan jagung , 19 perahu hanyut sebagian ditemukan di Kaur dan di Bengkulu, Muara sungai air Manna menjadi dangkal membuat perahu sulit keluar untuk melaut.

2. Bengkulu Utara,:
Hunian masyarakat, lahan pertanian terdampak. Amblesntnya gorong-gorong di Ketahun, 2 ruas jalan provinsi terputus, 5 jembatan rusak, termasuk 3 diantaranya jembatan strategis, saraan vital tdak bisa dilewati kendaraan bermuatan, 2 pabrik sawit, ruas kabupaten jembatan air gantung air Lais membuat putar jalan dengan menerjunkan kendaraan untuk memobilisasi anak-anak sekolah.

3. Kepahiang,:
14 Desa terdampak, 2 kecamatan di 5 kelurahan terdampak banjir. 356 rumah terendam, 230 rumah rusak ringan, 28 rumah rusak berat, 3rumah hanyut. 179 unit kerambah apung hanyut, 120 H sawah terendam, 23 H kebun Kopi, Jalan 2,9 km rusak, 2 jembatan beton rusak berat, 5 jembatan rusak ringan, 2 jembatan terendam dan Jembatan gantung.

4. Bengkulu Tengah,:
Dampak 22200 rumah terendam. 886 jiwa mengungsi rusak, 5 kantor terendam, 3 masjid terendam, sekolah, 8 unit jembatan, 8 titik jalan

8 titik jalan putus total, sawah, perkebunan, dan hewan ternak Babi, aliran listrik terputus, 20 meninggal, 1 belum ditemukan.

5. Kota Bengkulu,:
3 korban jiwa meninggal, hampir setngah kota Bengkulu terkena banjir, 11 ribu jiwa mengungsi, 4770 KK mengungsi, 407 rumah rusak, 40 rumah rusak berat, 1 unit rumah hancur, 4467 unit rumah terendam dan 1 sekolah terendam arsipnya hancur.

6. Seluma,:
Terdampak ada 5 kecamatan yaitu, kecamatan Ulu Talo, Semindng Alas Maras, Penago, Sukarami, Ilir Talo. 1 unit badan jalan terputus, 60 Meter bronjong hanyut, 5 rumah terendam, sawah, 1 jembatan bergerser di muara nibung.

7. Rejang lebong,:
kerusakan fasilitas umum, 3 jembatan rusak, masjid, bangunan DAK, Safety tank, jalan raya Curup menuju Lebong putus, rumah penduduk 206 KK, 776 jiwa terdampak, 6 rumah rusak berat, 6 rusak ringan, 16 rumah rusak sedang, 69 H sawah gagl panen.

8. Kaur,:
9 kecamatan terdampak, 35 desa terdampak, 1 orang hanyut belum ditemukan, 687 rumah rusak ringan, 63 rumah rusak parah, 12 rumah hanyut, hewan ternak, jembantan, 2 titik Rusak beras, 2 titik rusak ringan, 2 jalan putus di desa Padang Leban dan Muara Sahung, sawah, 1 kolam ikan.

9. Lebong,:
8 kecamatan terdampak, 23 desa terdampak, 270 rumah terendam, 5 sawah terendam, 4 sekolah terendam, jalan putus pengubung Curup dan Lebong, 1 balita hanyut belum ditemukan.