Pemprov Bengkulu Apresiasi Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

Pemprov Bengkulu Apresiasi Safari Gerakan Nasional Gemar MembacaBengkulu, Bengkulu Ekspress. com – Melihat rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, termasuk Bengkulu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Dinas Perpustakan dan
Kearsipan Provinsi Bengkulu, yang melakukan program safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Bengkulu, pada Kamis (15/3). Dengan dihadiri anggota Fraksi PAN DPR RI Dewi Coryati sebagai pemateri.

“Pemerintah disini hadir sebagai implementasi revolusi mental melalui mobilisasi pengetahuan dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat khususnya provinsi Bengkulu, ” papar Asisten lll Pemprov Bengkulu Gotri Suyanto kepada BE Kamis (15/3).

Gotri berharap, dengan diadakannya kegiatan seperti ini, bisa meningkatkan minat baca kepada masyarakat. Dia juga berharap nantinya ada pembaruan dalam mengemas alat baca lebih menarik dan sebaik mungkin, tetapi tetap mengacu dengan tulisan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agar masyarakat gemar membacanya.

Dikesempatan sama, Anggota Fraksi PAN DPR RI Dewi Coryati mengatakan, ”Kami meminta masyarakat, khususnya dalam wilayah Bengkulu, agar tergerak hatinya untuk gemar membaca. Dengan mau berada di perpustakaan dan membaca setiap buku yang ada.

Setelah ada kesadaran itu, kata Dewi Qoryati, sarana dan prasarana perpustakaan harus lebih menarik. Artinya, di zaman sekarang mulai dari situasi dan suasana harus menarik.

”Seperti saya apresiasi perpustakaan yang sekarang sudah ada di cafe shop,” papar Dewi.

Menurut Dewi Qoryati, melalui ide kreatif dan inovatif seperti itulah bisa menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat sekitar. Dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, legislatif juga terus mendorong dan membantu untuk memfasilitasi pengadaan buku bacaan.

“Sejauh ini kita sudah memfasilitasi pengadaan ribuan buku bacaan yang berkualitas, untuk masuk ke Bengkulu, tidak saja ke perpustakaan, tetapi juga ke komunitas baca tulis di masyarakat setempat,” tutupnya. (HBN)