Pemprov Bagikan Ribuan Buku

1. REWA/Bengkulu EkspressGubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah didampingi Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd saat menyerahkan buku secara simbolis di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, kemarin (21/6)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Masih rendahnya minat baca masyarakat Bengkulu, khususnya pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) membuat Pemerintah Provinsi Bengkulu, membagikan buku ke 31 Perpustakaan Sekolah di Provinsi Bengkulu. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan sebanyak 500 judul buku.

Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, selama ini Perpustakan hanya dikunjungi orang untuk sekedar meminjam buku. Sementara orang yang membaca buku jumlahnya tidak begitu banyak. Padahal membaca adalah bagian dari sebuah kemajuan daerah. “Kalau orang gemar membaca buku maka saya yakin daerah akan maju,” kata Rohidin.



Tidak hanya membagikan ribuan buku, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga membagikan rak buku ke 110 sekolah di Bengkulu. Dengan rincian masing-masing sekolah menerima 5 unit. “Semua ini diberikan agar sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah tersedia, sehingga semakin banyak orang yang mengunjunginya untuk membaca buku,” tutur Rohidin yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Disisi lain, pihaknya berharap, Perpustakaan tidak hanya digunakan sekedar untuk dikunjungi. Akan tetapi dapat menjadi solusi pemecahan masalah mulai dari sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Hal ini dilakukan agar perpustakaan bisa menjadi inklusi sosial di tengah masyarakat.

“Kita ingin perpustakaan menjadi Inklusi sosial, sehingga bisa menjadi solusi penyelesaian permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari,” ujar Rohidin.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi MPd berharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, akan tetapi dapat bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sehingga keberadaan perpustakaan bisa dijadikan sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dan kehidupan. “Kita harapkan pada 2019 ini seluruh Perpustakaan bisa berbasis inklusi sosial,” tutupnya.(999)