Pemondokan Haji Terjauh 4 Km dari Masjidilharam

JAKARTA, BE – Kementerian Agama (Kemenag) mulai mengundi (qur’ah) lokasi atau maktab pemondokan haji. Secara kualitas pemondokan, tidak ada perbedaan yang mencolok. Sehingga jamaah dengan pemondokan yang paling jauh, tetap merasa nyaman. Apalagi disiapkan kompensasi angkutan penjemput ke Masjidilharam.
Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin yang mendampingi tim pencari pemondokan mengatakan, jarak pemondokan terjauh dari Masjidilharam berada di radius 4 km. Lokasi terjauh itu tersebar di wilayah Aziziyah, Syisyah, dan Raudhah.
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengatakan, pemondokan yang ada di Aziziyah berjumlah 12 unit. Sedangkan yang ada di Syisyah ada 8 unit dan di wilayah Raudhah berjumlah 16 unit.
“Dengan kualtias pemondokan yang bagus-bagus, kami memastikan semua jamaah haji dimuliakan untuk urusan hunian,” katanya kemarin.
Jasin mengatakan, masyarakat dari kloter tertentu tidak perlu meributkan urusan undian pemondokan. Sebab tahun ini kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jasin menjamin pemondokan yang berada di dekat Masjidiharal maupun yang jauh, memiliki kualitas dengan standar yang sama. Dia menegaskan kualtiasnya minimal setara dengan hotel bintang tiga.
Kalaupun ada jamaah yang hasil pengundiannya menempati wilayah agak jauh, Kemenag sudah menyiapkan bus antarjemput pemondokan-Masjidilharam. Bus-bus ini bisa dimanfaatkan jamaah yang ingin tetap beribadah rutin di Masjidilharam.
“Jadi dimanapun dapatnya hasil undian, jamaah tetapi dijamin kenyamanannya,” kata dia.
Jasin mengingatkan layanan bus penjemput itu gratis, karena sudah disewa khusus oleh Kemenag. Jamaah tidak dianjurkan sewa mobil sendiri seperti taksi atau sejenisnya. Sebab berpotensi menjadi korban penipuan atau kejahatan lainnya.
Sementara itu seremoni pengundian pemondokan haji dipimpin oleh Menag Lukman Hakim Syaifuddin kemarin. Sejumlah pejabat dari kementerian terkait, seperti Wamenkes Alu Ghufron Mukti juga mengikuti pengundian ini. Acara ini juga dikuti oleh pimpinan Komisi VIII (bidang keagamaan) DPR.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Jamil menuturkan, pengundian ini dilakukan untuk menetapkan mekanisme penempatan jamaah haji dengan memberikan rasa keadilan. Penentuan jarak, wilayah, dan pemondokan dilakukan secara acak (random).
“Qur’ah hanya dilakukan untuk penentuan pemondokan di Makkah saja,” kata dia. Sedangkan untuk pemondokan di Madinah dan hotel transito di Jeddah, ditentukan berdasarkan kedatangan jamaah haji.
Jamil menuturkan dengan sistem qur’ah ini, akan ditentukan penempatan kloter-kloter pada maktab, wilayah, sampai nomor rumah atau pemondokan. Total ada 52 maktab yang akan ditempati jamaah haji.
Setiap maktab rata-rata diisi sebanyak 3.000 orang jamaah haji. Jamaah di setiap maktab, rata-rata terdiri dari 7 sampai 8 kloter. Khusus untuk maktab nomor 51 dan 52 tidak masuk dalam undian, karena akan diisi oleh kloter gabungan dan kloter terakhir. Hingga tadi malam, Kemenag belum melansir hasil resmi pengundian pemondokan itu. (wan)