Pemkot Sisakan Anggaran Covid Rp 50 Miliar

FOTO IMAN/ BE – Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2020, Pemerintah dan DPRD Kota Bengkulu berencana akan merombak kembali besaran Biaya Tak Terduga (BTT) penanganan Covid-19. Adapun perkiraan yang akan dianggarkan hanya sekitar Rp 50 miliar.

“Yang pasti tetap kita alokasikan karena kita tidak tahu pandemi Covid sampai kapan. Sehingga ketika ada permasalahan anggaran tersedia,” kata Wakil Ketua I DPRD Kota, Marliadi, kemarin (21/7).

Untuk diketahui, hasil reforcusing anggaran BTT untuk penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkot mencapai Rp 204 miliar dan hingga saat ini penyerapan dana tersebut hampir Rp 100 miliar. Selain pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, penggunaan terbesar dana tersebut untuk melaksanakan program spontan pembagian beras dan mie (Rasmi) kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Marliadi, hasil kajian APBD 2019 lalu terdapat Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 92 miliar, sehingga bisa dipergunakan dalam pembahasan APBDP 2020 untuk menambah beberapa kegiatan yang akan dilakukan hingga akhir tahun.

“Dari Silpa Rp 92 miliar itu yang bisa dipakai hanya Rp 50 miliar karena sisanya merupakan DAK yang dikembalikan ke pusat,” ungkap Politisi Gerindra ini.

Menurutnya, dalam pembahasan APBDP 2020 nanti akan dilihat secara rinci apa saja usulan dari masing-masing OPD. Sebab, dana yang bisa dipergunakan tidak terlalu banyak maka akan dibagi berdasarkan skala prioritas.

“Nanti kita kaji bersama dengan sisa dana yang ada, untuk apa-apa saja yang bisa kita gunakan. Karena, saat ini seluruh OPD pasti membutuhkan suntikan dana, sebab sejak pandemi covid-19 lalu sekitar 50 persen kegiatan di OPD terhenti karena banyak dana yang dialihkan,” pungkasnya. (805)