Pemkot Siap Bantu Warga Enggano

Wawali Dedy Wahyudi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Permintaan warga Kecamatan Enggano yang ingin pisah dari Bengkulu Utara dan beralih adminitratif ke Kota Madya Bengkulu mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Bengkulu.

Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM mengaku prihatin dengan persoalan yang melanda warga Enggano saat ini, maka perlu ada perhatian khusus dari pemerintah daerah karena pada dasarnya warga Enggano juga warga Bengkulu.

“Pertama, mereka ketika mau ke Enggano bukan ke Arga Makmur dulu, tapi ke Pulau Baai dan Pulau Baai ada di Kota Bengkulu. Kedua, mereka harus diberikan perlakuan khusus karena mereka digarda pulau terluar dari Kota Bengkulu,” ujar Wawali, rabu (12/2).

Diketahui, permintaan ini dari seluruh warga Pulau Enggano, jika statusnya bergabung ke Kota Bengkulu maka warga tidak terlalu kesulitan lagi mengurus birokrasi karena jarak antar pulau tidak terlalu jauh dibanding ke Bengkulu Utara.

Apalagi satu-satunya akses transportasi ke Pulau Enggano hanya di Kota Bengkulu melalui transportasi laut dengan perkiraan jarak tempuh 12 jam, dan jalur udara 1 jam dengan harga tiket Rp 250-300 ribu.

Selain itu, warga Enggano juga mengeluhkan lambatnya pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini seperti perbaikan jalan, penerangan dan sebagainya. “Kalau warga Enggano datang ke Pemkot maka kita dengarkan apa alasan mereka mau ke Kota Bengkulu. Misalnya, karena di Pemkot ada 1000 jalan mulus jadi mereka juga mau dibangun, ini misalnya,” ungkap Dedy.

Meski Pemerintah Kota Bengkulu welcome dengan niatan warga Enggano untuk bergabung, menurut Dedy tidak bisa serta merta dilakukan menginggat persoalan ini adalah kebijakan strategis dari para petinggi.”Menurut saya ini kebijakan yang sangat strategis karena kebijakan ini juga tergantung pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pada prinsipnya kami mengikuti apa perintah dari yang lebih tinggi,” jelasnya.

Tuntut Kapal Khusus BBM
Bahan Bakar Minyak (BBM) telah didistribusikan oleh PT Pertaminan ke Pulau Enggano. Namun pengangkutan BBM menggunakan kapal tengker Self Propelled Oil Barge (SPOB) milik PT Pertamina itu hanya bersifat sementara.

Warga Pulau Enggano meminta agar PT Pertaminan mempertahankan kapal khusus tersebut permanen mengangkut BBM ke Pulau Enggano. Sehingga tidak lagi menggunakan Kapal Pulo Tello yang terbatas angkut BBM.“Kita minta kapal khusus ini permanen angkut BBM ke Enggano. Sehingga bisa memberikan jaminan distribusi BBM,” terang Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Enggano, Redy Heloman Kaitora Ssos saat dikonfrimasi BE, rabu(12/2).

Diterangkannya, distribusi BBM menggunakan kapal khusus itu seperti yang dilakukan oleh PT Pertamina ke Pulau Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).

Usulan tersebut sudah pernah disampaikan. Hanya saja, sampai saat ini belum diberikan kepastian.“Jadi tidak lagi diangkut dengan menggunakan kapal penumpang. Ini juga sudah pernah kita usulkan,” tambahnya.

Banyak keuntungan ketika menggunakan kapal khusus BBM ke Enggano. Disamping bisa kelancaran angkutan, BBM di Pulau Enggano juga bisa banyak jumlahnya didistribusi.

Redy meminta jika selama ini pasokan BBM itu hanya bisa bertahan satu bulan, maka stok BBM di Enggano itu bisa lebih dari 3 bulan.“Kami cuma minta ada jaminan ketersediaan,” ungkap Redy.

Dengan telah dikirimnya BBM ke Pulau Enggano, warga sangat berbahagia. Sehingga warga bisa beraktifitas seperti biasa untuk melaut maupun ke kebun, demi mencari mafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Kami minta doanya, semoga BBM-nya bisa lancar sampai Enggano,” terangnya.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Bengkulu, Hj Yuliswani SE MM mengatakan, kapal SPOB Sumber Jaya 01 milik Pertamina sudah diberangkatkan menuju Pulau Enggano untuk mengangkut BBM.

Diperkiran pada hari Sabtu ataupun Minggu mendatang BBM tersebut sampai di Pulau Enggano.”Diperkirakan tiba di Enggano Sabtu (15/2),” terang Yulis.

Menurutnya, BBM yang dibawa kapal Pertamina ke Enggano untuk kebutuhan warga, diantaranya jenis premium sebanyak 55 Kilo Liter (KL), Minyak Tanah 5 KL, dan Biosolar 10 KL.

Sedangkan BBM untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) kapasitas 1 Mega Watt milik PLN juga diangkut bersamaan, yakni jenis biosolar sebanyak 60 KL.“Tinggal nanti untuk distribusi ke masyarakat juga harus diawasi. Jangan sampai ada warga yang tidak kebagian BBM,” tutup Yulis. (151/805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*