Pemkot Raih Penghargaan Koperasi Terbaik Nasional

Penjabat Walikota  bersama penghargaan Pataka Paramadhana Utama NugrahaBENGKULU, BE – Prestasi membanggakan kembali diukir Pemerintah Kota Bengkulu.  Setelah sebelumnya Pemkot berhasil  meraih penghargaan sebagai penggiat OVOP (One Village One Product) terbaik nasional melalui produk unggulan Sirup Kalamansi, kali ini Pmekot kembali menerima penghargaan sebagai daerah penggerak koperasi terbaik nasional dengan nilai tertinggi 92,05. Penghargaan ini berupa Pataka Paramadhana Utama Nugraha Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan yang  diserahkan Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan di Hotel Mercure Jakarta, tanggal 17 Desember 2012 kepada Pemerintah Kota Bengkulu.

Kadis Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Drs Sudarto WS mengatakan Pataka Paramadhana Utama Nugraha merupakan penghargaan terbaik nasional dari Kementerian Koperasi yang kedua kalinya diraih Pemda Kota Bengkulu.

Penghargan ini tidak terlepas dari perjuangan mantan Walikota Bengkulu, H Ahmad Kanedi yang begitu komitmen terhadap kemajuan koperasi di Kota Bengkulu.

“Sebelumnya kita pernah meraih penghargaan sebagai penggiat OVOP terbaik nasional, dan kali ini berdasarkan Surat Keputusan Menkop dan UKM RI No 41/Kep/M.KUKM/VIII/2012 tertanggal 15 Agustus 2012, kita kembali meraih Pataka Paramadhana Utama Nugraha Koperasi, ini prestasi yang sangat membanggakan kami pemerintah kota,” ujar Sudarto.

Ia  juga menjelaskan bahwa dari sekitar 640 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, hanya 21 kabupaten/kota yang menerima penghargaan dari Kemenkop dan UKM RI tersebut, dan Kota Bengkulu meraih peringkat pertama dengan nilai 92, 05 dari 21 kabupaten/kota yang dinilai oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI diataranya, keberpihakan pemerintah kota Bengkulu dalam pemberdayaan koperasi dan UKM di Kota Berngkulu, pertumbuhan perkembangan koperasi, pelatihan SDM Koperasi yang aktif, jumlah anggota koperasi yang produktif, dan jumlah koperasi yang aktif mencapai 80 persen diatas jumlah koperasi aktif rata-rata nasional yang baru 60 persen,” papar.

Sudarto berharap pengelolaan koperasi terus dilakukan dengan maksimal, hal ini sangat penting  untuk mendokrak penciptaan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah ini.

“Prestasi yang telah kita raih ini perlu kita pertahankan dan jita tingkatkan lagi, diantaranya melalui dukungan yang semakin kuat dari seluruh pihak, semua elemen pemerintah sehingga koperasi dapat menjadi bagian pelaku ekonomi yang semakin kuat,” harapnya.(400/adv)