Pemkot Dukung Bank Bengkulu Cari Investor

MELTA/BE
Para pemegang saham Bank Bengkulu foto bersama usai RUPSLB, Rabu (16/9).

BENGKULU, BE – Pemerintah Kota Bengkulu ikut berperan dalam kemajuan Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Bengkulu. Hal ini diwujudkan dengan pemenuhan modal inti yang akan disumbangkan melalui APBD Kota Bengkulu sebesar Rp 20 miliar.
Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi yang ikut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bengkulu Tahun Buku 2020 di Graha Bank Bengkulu, Rabu (16/9), juga mendukung adanya kerjasama dengan investor agar BPD Bengkulu bisa terus berkembang.
“Sebagai salah satu pemegang saham di Bank Bengkulu, Pemkot siap mendukung masuknya investor ke Bank Bengkulu,” ujar Dedy.
Menurutnya, dengan mengajak pihak-pihak swasta untuk ambil bagian membeli saham inti, maka bisa mendongkrak BPD untuk tidak turun kasta dan tetap menjadi bank konvensional.
“Tentu selain didukung oleh setiap kabupaten/kota, juga perlu dukungan investor untuk mencapai target modal inti Rp 1 trilun tahun 2020 agar BPD tidak berubah menjadi BPR atau BPRS,” ungkapnya.
Rapat yang digelar tertutup ini membahas terkait terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum. Hal ini mewajibkan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 seperti Bank Bengkulu punya modal inti Rp1 trilun pada tahun 2020 ini.
Untuk diketahui, ada beberapa konsekwensi yang akan terjadi apabila modal inti Bank Bengkulu tidak dipenuhi, yakni merger dan akuisisi. Kemudian, pembentukan kelompok usaha bank, sehingga ada bank induk dan bank anak. Konsekuensi lainnya, integrasi dengan bank lain atau turun kasta menjadi BPR.
“Tentu kita tidak ingin Bank Bengkulu berubah menjadi BPR atau BPRS. Maka keputusan pemerintah yang diwakilkan oleh OJK soal dana inti kita harus Rp 1 triliun, ini sudah kita usahakan,” ungkapnya.
Pemkot juga mengapresiasi Bank Bengkulu yang telah menunjukkan kinerja yang membanggakan sebagai suatu Bank Daerah,
dan berharap RUPSLB ini menumbuhkan komitmen bersama antar pemegang saham dan memberikan pengaruh yang baik terhadap tumbuh kembang Bank Bengkulu ke depan.
“Perkembangan Bank Bengkulu tidak terlepas dari dukungan, arahan dan kepercayaan seluruh para pemegang saham dan para investor tentunya,” tukas Dedy. (805)