Pemkot Canangkan Pencegahan DBD

IMG_8439GADING CEMPAKA, BE –  Tingginya angka  penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tahun, mengundang simpati  Walikota Helmi Hasan dan  Wakil Walikota Ir Patriana Sosialinda.   Bentuk simpati itu dilakukan dengan mencanangkan pencegahan DBD secara massal.   Dan kemarin,  launching pencegahan  DBD dilakukan di kompleks perumahan  RT 11 Jalan Citarum I dan II, Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Gading Cempaka.

Launching  itu dilakukan oleh Walikota Helmi Hasan dan wakil Wawalikota Ir Patriana Sosialinda  diikuti Sesda Yadi,  Kadis Kesehatan, drg Edriwan Mansyur, Kadis PU, Herawansyah, Staf Ahli, Camat Gading Cempaka, dan ketua RT 11.
Pencanangan  pencegahan  DBD dilakukan berdasarkan tingginya   angka penderita DBD  beberapa tahun  ini, sekaligus adanya  laporan  masyarakat terhadap ditemukan  masyarakat yang dinyatakan positif terjangkit  DBD.

”Pencegahan DBD  kita lakukan yang pertama dengan melakukan fogging yang dijadwalkan secara bergulir di 67 kelurahan.  Helmi  Hasan mengajak, agar masyarakat untuk menerapkan gerakan bersih bersama, dengan cara 3M yaitu menguras, membersihkan, dan menimbun, agar masyarakat Kota Bengkulu bersih dan sehat, gerakan  kebersihan yang dilakukan harus menjadi sebuah kesadaran bagi masyarakat untuk kesesehatan.  Sehingga nantinya gerakan kebersihan itu  dapat menunjang   perolehan Adipura tahun 2013. ” Mari kita galakkan gerakan 3 M, ” ajak  Helmi.

Tak hanya itu, wali kota  juga akan menggalakan one day one action dan bekerja sama dengan salah satu operator di Kota Bengkulu guna meningkatkan saran dan kritik untuk pembangunan  Kota Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu,  drg Edriwan Mansyur menuturkan,  pelaksanaan fogging  (pengasapan) dilakukan pada kawasan endemis  DBD.  Namun lebih efektif jika masyarakat menggalakkan  3M.  Kemudian  agar membunuh jentik nyamuk sebagai penyebab DBD  maka masyarakat bisa  menggunakan bubuk abate  pada  genangan-genangan air, yang berpotensi sebagai tempat berkembangbiaknya nyamunk Aides Aigepty.

“Fogging dilakukan  di kawasan yang ada korban DBD. Dan selama ini terkesan, cara pencegahan DBD hanya dengan fogging. Padahal tidak, karena fogging hanya membunuh nyamuk yang sudah dewasa saja,” katanya. (247/rls)