Pemkot Berencana Putuskan Kontrak Proyek Kantor Walikota

Pembangunan kantor walikota sepi aktifitas pekerjaan
BENGKULU, BE – Pemerintah Kota Bengkulu berencana akan memutuskan kontrak dengan PT Indo Dhea Internusa selaku pihak ketiga yang membangun kantor walikota di kawasan Bentiring.  Pemutusan kontrak ini dilatarbelakangi beberapa faktor seperti tidak adanya progres pekerjaan yang signifikan. Kemudian, timbulnya persoalan hukum serta tidak ada penyelesaian adendum kontrak perubahan yang diinginkan panitia pembangunan.  Pasalnya, pekerjaan yang terlaksana sampai saat ini baru mencapai 0,276 persen.  Sedangkan target pengerjaan kantor walikota harus tuntas hingga Desember mendatang, sementara saat ini proses pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor mengalami keterlambatan fisik yang cukup besar.
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, M Sofyan mengatakan, pemutusan kontrak ini tengah dikaji pemerintah kota, khususnya tim anggaran pemerintah daerah.  Dana sebesar Rp 36 miliar nantinya akan dijadikan Silpa di akhir tahun, dan akan dijadikan tambahan APBD tahun 2016 mendatang, sehingga pembanggunan kantor walikota baru terealisasi pada 2016 mendatang.
“Kelihatannya persentasenya jika itu berlanjut juga sangat tipis, mudah-mudahan tahun depan kami akan anggarkan kembali tapi bentuknya lain. Kami akan berusaha minta kontraktor nasional yang berlabel pemerintah.  Untuk kontraktor yang sekarang kemungkinan tidak lagi,” kata Sofyan kepada BE.
Pemerintah Kota berencana akan melakukan tender ulang terhadap pembangunan kantor walikota pada tahun 2016 dengan harapan ada pihak ketiga dari luar Bengkulu yang profesional dan bertanggung jawab dalam membangun kantor walikota tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi telah menegaskan bahwa untuk anggaran pembangunan Kantor Walikota belum dianggarkan pada Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD-P). Dikarenakan pembangunan tersebut tersandung persoalan hukum.
“Karena sekarang itukan sedang ada konflik, mungkin sambil menunggu penyelesaiaannya di 2016 nanti akan kita anggarkan kembali, Yang pasti tidak kita anggarkan pada APBD-P Kota Bengkulu tahun ini. Karena pembangunan fisik itu tidak akan terkejar,” ujar Erna. (805)