Pemkot Bentuk Tim

Tuntaskan Penyegelan SDN 62

Siswa-siswi SDN 62 Kota Bengkulu terpaksa masuk ke lingkungan sekolah melalui pagar belakang yang dijebol, kemarin (23/1).
Siswa-siswi SDN 62 Kota Bengkulu terpaksa masuk ke lingkungan sekolah melalui pagar belakang yang dijebol, kemarin (23/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan penyelegalan SDN 62 Kota Bengkulu oleh ahli waris pemilik tanah lokasi SD tersebut.
Caratekar Walikota Bengkulu, H Budiman Ismaun M.Pd secara tegas mengatakan penyegelan SD tersebut akan segera dituntaskan.

“Segera kita tuntaskan,” singkat Budiman, kemarin (23/1).

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti menerangkan bahwa pihaknya bersama tim sedang melakukan pembahasan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bahkan, diakuinya, untuk menyelesaikan masalah tersebut pihaknya segera melakukan musyawarah yang akan diikuti oleh seluruh tim dan pihak ahli waris.

“Dalam rapat kemarin juga akan membahas dan menghitung nilai ganti rugi. Karena hal ini perlu adanya penghitungan oleh tim ahli,” jelas Rosmayetti.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bengkulu, Minharsi’i mengatakan penyegelan tersebut tentunya akan berdampak bagi siswa, guru dan wali murid. Bahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut, ia secara langsung mendatangi kantor Walikota Bengkulu untuk melakukan pembahasan terkait masalah penyegelan SDN 62 dengan Caratekar Walikota, Sekda, Asisten, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini harus secepatnya diselesaikan, penyegelan ini harus dibuka. Untuk itu kita meminta agar tim yang telah dibentuk dapat bekerja maksimal sehingga penyegelan ini bisa dibuka. Ini semua demi masa depan generasi penerus Kota Bengkulu,” ungkapnya.

Kepala SDN 62 Kota Bengkulu, Tutik Sunarsih S.Pd mengatakan, penyegelan pintu masuk sekolah tersebut, sangat mempengaruhi kegiatan belajar siswa dan siswi di SDN 62. Dimana para siswa termasuk para guru harus masuk ke sekolah melalui pagar belakang yang dijebol.

“Kita lihat sejak disegel, keceriaan anak-anak menjadi berkurang.

Bagaimana tidak, jangankan anak-anak, kita sebagai guru-guru saja tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Namun kita sepenuhnya menyerahkan hal ini ke Pemerintah Kota semoga ada jalan keluar dari masalah ini,” pungkas Tutik.

PGRI Beri Penguatan

Sekretaris PGRI Kota Bengkulu, Alian Hapri SPd menyayangkan penyegelan SD Negeri 62 Kota Bengkulu tersebut.

Dikatakan Alian, penyegelan tersebut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Saat ini pihaknya hanya dapat melakukan penguatan terhadap guru-guru agar tetap semangat melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Kami sangat menyayangkan penyegelan tersebut, artinya hal ini tidak harus terjadi jika adanya mediasi antara pemerintah dengan ahli waris,” kata Alian.

Untuk itu, pihaknya terus memberikan penguatan agar para guru-guru terus bekerja untuk mengajar. Karena mengajar merupakan kewajiban guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Tetap semangat dan jangan luntur karena masalah ini. Kita tidak mau kejadian ini menjadi alasan guru untuk malas mengajar,” jelas Alian.
(777)