Pemkot Bengkulu Rancang RPJMD 2019-2023

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan 2BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bepelitbang) Kota Bengkulu melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Kota Bengkulu Tahun 2019-2023, di Hotel Nala Seaside, kemarin (18/12).

RPJMD ini merupakan rangkaian proses penyusunan, arah, kebijakan dan strategi dalam rangka penyempurnaan program daerah dan menjadi dasar rancangan akhir Musrenbang Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu, H Helmi Hasan SE menyampaikan Musrenbang RPJMD adalah forum yang sangat penting dikarenakan menyangkut pembangunan 5 tahun kedepan.



“Pemerintah Kota Bengkulu mengharapkan sumbangsih pemikiran semua masyarakat dalam forum ini agar muncul rasa tanggung jawab bersama,” kata Helmi dalam sambutannya.

Disamping itu, lanjutnya, Kota Bengkulu terus berbenah 5 Tahun lalu pemkot fokus infrastruktur jalan mulus, air bersih, lampu jalan, program samisake, rumah sakit kota, dan fasilitas jemput sakit pulang sehat. “Rumah Sakit Kota khususnya fisik dan teknologinya mungkin tidak sebagus kota lain, tetapi pelayanan kita tidak boleh kalah dengan kota lain,” tuturnya.

Disisi lain, dalam hal ini Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) kota akan melakukan penguncian program dan kegiatan yang diusulkan melalui rencana pembangunan, karena selama ini dokumen RPJMD pada periode sebelumnya, sering terjadi perubahan ditengah jalan di tingkatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang juga berpengaruh pada kebijakan umum dan arah program kegiatan yang tidaklagi sejalan dengan target ataupun tujuan awal yang telah disusun.

” Proses RPJMD ini cukup panjang, nah ini tidak ada konsistenya perangkat daerah itu selalu berubah-ubah. Padahal setiap tahapan itu kita selalu melakukan konsultasi publik dirancangan awal, tetapi pada saat memasuki tahapan berikutnya berubah lagi, nah ini menjadi titik akhir kita maka kita kunci lagi dengan tandatangan kesepakatan dan berita acaranya,” kata Kepala Bapelitbang kota, Drs Riduan MSi, kemarin.

Ia berharap dengan kesepakatan rancangan diawal ini maka pada saat pelaksanaan tidak ada lagi perubahan-perubahan. Karena, lanjut Riduan, jika dokumen ini terus berubah maka akan berdampak terhadap susunan dokumen lainnya, sehingga perlu dilakukan perombakan lagi yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Ia juga menyayangkan kurangnya partisipasi Kepala OPD yang ikut dalam pembahasan secara rinci musrenbang ini, melainkan hanya menghadiri pembukaan saja tetapi untuk penyusunan hanya diwakili oleh kepala bidang saja. Sehingga, hal ini memicu ketidaksesuaian pada waktu menjalankan program karena banyak Kepala OPD yang justru protes terhadap rancangan yang sudah disusun pada saat musrenbang tersebut.

” Seharusnya mereka juga hadir disini bukan hanya pembukaan saja tetapi juga ikut untuk pembahasan, Bapelitbang ini pada dasarnya hanya memfasilitasi, yang tahu program kegiatan untuk penjabaran visi-misi daerah itu adalah OPD, sedangkan kami fungsinya hanya memadukan saja,” tandas Riduan.

Deputi riset dan Publikasi Pusat Pengembang Kapasitas dan Kerjasama (TPKK) Fisipol Universitas Gajah Mada, Dr Gabriel Lele menilai bahwa dokumen RPJMD Kota Bengkulu, belum menjawab kebutuhan masyarakat. Pihaknya akan melakukan pendampingan dalam penyusnan RPJMD yang diharapkan kedepan terjadi kesesuaian program kepala daerah dengan pelaksanaan di tingkatan perangkat daerah yang jugamenjadi kebutuhan masyarakat yang diukur berdasarakan indikator kinerja.

” Dari sisi kualitasnya belum sesuai, misalnya yang paling bermasalah itu adalah berkaitan dengan apa yang mau dicapai? atau disebut indikator kinerja, tapi kalau kita lihat ke program dan dan kegiatan strateginya itu relatif bagus. Intinya dokumen dengan pelaksanaan singkon, cuma yang dilaksanakan dan yang dibutuhkan masyarakat itulah yang tidak singkron,” jelas Gabriel yang bertindak sebagai tim ahli pembahasan Musrenbang. (805)