Pemkab Rejang Lebong Komitmen Sukseskan Program UHC

Sekda Rejang Lebong saat memimpin rapat bersama BPJS Kesehatan dan beberapa OPD terkait lainnya Selasa (27/3) kemarin. Rapat tersebut membahas terkait dengan cakupan semestar program JKN-KIS di Kabupaten Rejang Lebong.
Sekda Rejang Lebong saat memimpin rapat bersama BPJS Kesehatan dan beberapa OPD terkait lainnya Selasa (27/3) kemarin. Rapat tersebut membahas terkait dengan cakupan semestar program JKN-KIS di Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mensukseskan program Universal Health Coverage (UHC).

UHC atau Jaminan Kesehatan Semesta bertujuan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan.

“Pemerintah akan berkomitmen untuk mensukseskan program cakupan semesta ditahun 2018 ini,” sampai Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, H RA Denni SH MM, usai memimpin rapat bersama BPJS Kesehatan dan beberapa OPD terkait lainnya Selasa (27/3) kemarin.

Komitmen Pemkab Rejang Lebong, menurut Sekda ditunjukkan dengan menganggarkan dana untuk membayarkan iuran bulanan JKN-KIS bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Rejang Lebong.

Dimana menurut Sekda, Pemkab Rejang Lebong secara bertahap menganggarkan anggaran JKN-KIS bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari untuk 6 ribu orang, 9 ribu orang, 17 ribu orang hingga tahun 2018 ini sebanyak 21 ribu masyarakat Rejang Lebong.

“Memang anggaran untuk JKN-KIS masyarakat kita yang kurang mampu kita anggarkan secara bertahap, karena kita sesuaikan dengan anggaran yang kita miliki,” jelas Sekda.

Di sisi lain, Sekda juga mengakui, salah satu kendala yang dihadapi untuk menuju cakupan semesta tersebut, adalah tidak adanya data valid mengenai penduduk miskin yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Yang ada menurut Sekda, masing-masing OPD memiliki data masing-masing, data setiap OPD tersebut berbeda dengan data OPD lainnya.

Oleh karena itu, Sekda meminta agar ada data yang valid, yaitu data dari Kementerian Sosial mengenai jumlah penduduk miskin di Rejang Lebong. Namun menurut Sekda untuk memastikan bahwa data tersebut akurat, harus di cek dulu ke lapangan.

“Bila data kita nanti sudah valid, maka akan mudah kita menghitung dan mencapai target dari cakupan semestar ini,” terang Sekda.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup, Syafrudin Imam Negara menjelaskan, hingga saat ini cakupan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong baru sebesar 62 persen dari total penduduk Rejang Lebong sebanyak 274.815 jiwa.

Hanya saja menurut Imam data jumlah penduduk tersebut adalah data jumlah penduduk semester I tahun 2015 yang mereka terima dari Dinas Dukcapil Rejang Lebong.

“Karena data yang kita gunakan data tahun 2015, sehingga kemungkinan besar persentasenya jauh lebih kecil, karena tentu saja jumlah penduduk kita bertambah,” terang Imam.

Kemudian menurut Imam, dengan sisa waktu yang ada, yaitu menyisakan 9 bulan lagi, karena program cakupan semestar minimal 95 persen sudah tercapai pada tanggal 1 Januari 2019 mendatang. BPJS Kesehatan Cabang Curup berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bisa menggugah dan mendorong masyarakat yang belum terdaftar di JKN-KIS dari BPJS Kesehatan untuk segera mendaftar. Karena menurutnya program JKN-KIS ini sendiri merupakan bagian dari nawacita Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, dari BPJS Kesehatan Cabang Curup sendiri, menurut Imam sudah beberapa langkah mereka siapkan, mulai dari jemput bola, kemudian drob box di kantor pos dan sejumlah program lainnya untuk memudahkan masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Kita optimis target cakupan semesta minimal 95 persen akan tercapai sebelum 1 Januari 2019,” demikian Imam.(251)