Pemkab Rejang Lebong Bantu Sarana Olahraga SLBN

Ary/BE
Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi saat menyerahkan bantuan sarana olahraga kepada perwakilan dari SLBN Curup.

CURUP, bengkulu ekspress.com– Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memberikan bantuan sarana olahraga utuk Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Curup. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi.
“Bantuan yang kita berikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Rejang Lebong kepada penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Rejang Lebong ini,” ungkap Bupati Hijazi usai penyerahan Rabu (26/8) kemarin.

Sarana olahraga yang diberikan tersebut antara lain meja pimpong, perlengkapan lempar lembing, bola bocce, perlengkapan renang dan sejumlah perlengkapan olahraga lainnya. Menurut bupati Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berinisiatif memberikan bantuan perlengkapan olahraga untuk para penyandang disabilitas yang tengah menuntut ilmu di SLBN Curup tersebut karena karena memang fasilitas olahraga mereka cukup minim. Bahkan berdasarkan informasi dari Kadispora Rejang Lebong seperti untuk meja bola pimpong mereka menggunakan meja pimpong pada umumnya, padahal seharusnya mereka menggunakan meja pimpong khusus.

Menurut bupati, sebenarnya kewenangan dari SLBN tersebut ada di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Namun Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memberikan bantuan sarana olahraga, karena menurutnya mereka yang bersekolah di SLBN Curup tersebut merupakan bagian dari masyarakat Rejang Lebong.
“Karena mereka bagian dari masyarakat Rejang Lebong, kita Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mempunyai tanggungjawab yang saja dengan masyarakat kita lainnya, sehingga wajib kita perhatikan,” papar bupati.

Bupati berharap kedepannya Pemerintah Provinsi Bengkulu bisa lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di SLBN Curup. Karena menurutnya anak-anak yang sekolah di SLBN Curup memiliki potensi yang luar biasa. Ia mencontohkan salah satu siswa dari SLBN Curup menjadi perwakilan dari Provinsi Bengkulu untuk bertarung pada ajang PON di Papua. Namun karena pelaksanaan PON dibatalkan karena pandemi Covid-19 sehingga anak tersebut batal berangkat.
“Dengan semakin diperhatikan dan sarana dan prasarana mereka dicukupi saya yakin akan semakin banyak prestasi yang mereka raih kedepannya,” ujar bupati.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*