Pemkab Kepahiang Fokus 11 Item Pembangunan

Pemkab Kepahiang Fokus 11 Item Pembangunan

KEPAHIANG,bengkuluekspress.com – Sebanyak 11 item pembangunan daerah yang menjadi fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dalam lima tahun kedepan. Yaitu peningkatan kualitas SDM, peningkatan pemberdayaan gender, perlindungan anak, pemuda dan olahraga, peningkatan pelayanan publik, akuntabilitas dan profesionalitas penyelenggaraan pemerintahan.
Kemudian peningkatan ketersediaan infrastruktur dasar dan strategis, peningkatan mitigasi bencana, pelestarian lingkungan hidup, peningkatan dan pengembangan UMKM, koperasi dan industri rumah tangga serta pengembangan komoditas potensi unggulan daerah, peningkatan pertumbuhan investasi, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan dan pemerataan pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan asli daerah.

Plt Kepala Bappeda Kepahiang, Feri Irawan mengatakan, fokus pembangunan dareah pada sektor peningkatan dan pengembangan UMKM, koperasi, dan industri rumah tangga serta pengembangan komoditas potensi unggulan daerah meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata sudah dijabarkan dalam rencana awal (Renwal) RPJMD yang diajukan kepada DPRD beberapa waktu lalu.
“Semua sudah dijabarkan mengenai item pembangunan daerah yang masuk dalam RPJMD,” tegas Feri.

Menurutnya, RPJMD merupakan penjabaran visi misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan sasaran, startegi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.
“RPJMD merupakan visi dan misi sebagai janji politik Bupati dan Wakil Bupati terpilih menjadi program-program pembangunan yang akan dilaksanakan perangkat-perangkat daerah,” lanjutnya.

Feri menjelaskan, Ranwal RPJMD disusun melalui pendekatan perencanaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan nasional, diantaranya pendekatan teknokratik dengan penyusunan dokumen teknokratik RPJMD. Kemudian pendekatan secara partisipatif melalui konsultasi publik dengan mengundang para pemangku kepentingan, dan saat ini sedang dijalankan pendekatan perencanaan melalui proses politik di DPRD tentunya dengan pembahasan raperda dan rancangan akhir RPJMD tahun 2021-2026 dan terakhir melalui pendekatan perencanaan melalui proses top-down dan botton-up melalui Musrenbang RPJMD. (320)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*