Pemkab BU Bagikan Bibit Sayuran

APRIZAL/BE
Bupati BU, Mian bersama Forkopimda saat meninjau langsung bibit sayuran di Dinas Ketahanan Pangan, kemarin (18/5).

ARGA MAKMUR, Bengkuluekspress.com – Dalam upaya melakukan pemberdayaan ekonomi menuju kedaulatan pangan ditengah wabah dampak covid 19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) bersama unsur Forkopimda BU melalui Program Rumah Pangan Lestari membagikan bibit sayuran kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati BU, Ir H Mian didampingi Dandim 0423/BU Letkol Inf Agung Pramudio Saksono SSos MSi, Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto SIK MH, Kajari BU Elwin Agustian Khahar SH MH dan perwakilan OPD terkait saat meninjau langsung bibit sayuran yang berada di green house yang terletak halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan BU, kemarin (18/5).

“Melalui program rumah pangan lestari merupakan langkah dan upaya pemerintah mengajak masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi menuju kedaulatan pangan. Maka dari itu, kita lakukan pembagian bibit sayur kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten BU,” kata Bupati.

Bupati juga nenambahkan, bahwa selain dengan pembagian bibit sayuran ini, Pemkab BU juga akan membuat program ternak lele dari terpal yang merupakan program dari Dinas Kelautan dan Perikanan disetiap rumah masyarakat di Kabupaten BU. Ini juga termasuk dalam pemberdayaan ekonomi menuju kedaulatan pangan.

“Jadi tidak hanya sayuran namun juga ada ternak lele. Ini semua kita lakukan demi terwujudnya pemberdayaan ekonomi menuju kedaulatan pangan di Kabupaten BU,” ungkapnya.

Mian berharap, dengan adanya program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kelautan dan Perikanan masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran secara berkesinambungan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga dapat menekan angka pengeluaran rumah tangga, seperti menanam tanaman jenis tomat, terong, cabe, kangkung, jahe, labu dan berternak lele.

“Jelas harapan kita masyarakat dapat memanfaatkan perkarangan rumah dan program ini dapat berkesinambungan, sehingga masyarakat dapat menekan pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (127)