Pemkab BS Batasi Pembelian BBM

KOTA MANNA, BE – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) rencananya akan membatasi jumlah pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dalam wilayah Kabupaten BS. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi penimbunan BBM yang dilakukan oleh para spekulan menjelang kenaikan harga BBM April mendatang. Hal ini disampaikan Sekkab BS Drs H Z Abidin Merahli kepada BE kemarin. “Rencananya besok (hari ini,red) kita akan rapat koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi kenaikan harga BBM. Salah satu upaya adalah membatasi pembelian BBM oleh kendaraan di SPBU,” terangnya. Selain mengantisipasi penimbunan, pembatasan pembelian BBM ini juga akan memberikan kesempatan bagi kendaraan lain yang mengantri untuk mendapatkan BBM lebih cepat. Hanya saja, Z Abidin belum bisa mengungkapkan jumlah pembatasan pembelian BBM tersebut. Karena hal itu harus menunggu keputusan rapat yang rencananya akan digelar hari ini. “Rencana itu baru akan kami putuskan dalam rapat. Nanti setelah selesai akan kami buat surat edaran kepada pengelola SPBU untuk diterapkan,” katanya.

Hal serupa untuk harga eceran tertinggi (HET) BBM khususnya jenis premium di tingkat pengecer. Apalagi selama ini tidak ada aturan yang memperbolehkan BBM dijual secera eceran. Kalaupun nanti ditetapkan, maka HET BBM ini nanti akan disesuaikan dengan harga BBM di SPBU, sehingga harganya nanti tidak terlampau jauh lebih tinggi dibandingkan harga di SPBU. “Harganya akan kami sesuaikan sehingga tidak ada yang harganya melebihi HET yang akan ditetapkan nantinya, kalau masih ada akan kami panggil,” terangnya. Sementara itu, berdasarkan pantauan BE, harga BBM di tingkat pengecer saat ini sudah mencapai Rp Rp 7.500 perleter. (369)