Pemkab Bentuk Tim Terpadu Galian C

Konflik masyarakat Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir)

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Konflik masyarakat Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) dengan perusahaan tambang galian C di wilayah Pagulir yang tak kunjung selesai, menjadi perhatian Bupati Kaur, Gusril Fauzi SSos. Pihaknya pun, segera mencari solusi agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Salah satunya dengan membentuk Tim Terpadu guna mengatasi masalah galian C tersebut.

“Sesuai dengan hasil rapat kita dengan Bapak Bupati serta pihak terkait tadi (kemarin), untuk menyelesaikan permasalahan galian C ini nanti kita akan membentuk tim terpadu. Tim ini terdiri dari unsur TNI, Polri, dan dinas terkait,” kata Sekda Kaur H Nandar Munandi SSos MSi, saat ditemui usai menggelar rapat koordinasi (Rakor) di ruang bupati, kemarin (6/7).
Dikatakan Sekda, Rakor yang dipimpin Bupati Kaur dan dihadiri Kapolres, Pabung, Camat, Asisten I dan Kasat itu, membahas soal kegiatan Galian C di Kecamatan Pagulir, yang sebelumnya telah didemo warga setempat. Hal ini tentunya berdampak pada kegiatan penambangan Galian C yang mempunyai izin selama ini. Dengan dibentukya tim terpadu untuk kembali mengkaji apakah kegiatan Galian C itu menguntungkan atau merugikan masyarakat. Juga tim akan melakukan kajian ulang terhadap kegiatan Galian C di wilayah tersebut.

“Hasil rapat kita belum ada kesimpulan, karena kita masih melakukan kajian lagi. Nanti tim terpadu ini akan meninjau ulang perijinan dan dampak lingkungan usaha galian C itu,” terangnya.
Ditambahkan Sekda, beberapa bulan lalu, tim dari Dinas ESDM Provinsi Bengkulu dan tim dari Pemkab Kaur sudah sama-sama turun melihat dan mengecek langsung kondisi Galian C tersebut. Termasuk dampaknya yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat seperti jalan, irigasi kering dan sebagainya.

“Nanti hasilnya setelah kita lakukan rapat kembali, dan menentukan ditutup atau tidaknya itu dari hasil kajian tima nanti, apakah Galian C bisa dilanjutkan atau tidaknya. Kita minta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan sabar,” harapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Pagulir sendiri tetap mendesak agar pemerintah menutup Galian C yang ada karena telah banyak menimbulkan kerusakan. Salah satunya kerusakan jalan di wilayah Pagulir akibat angkutan batu. Kemudian persawahan yang sulit dialiri karena ada pendangkalan sungai akibat pengerukan material galian C tersebut. (618)