Pemkab Bengkulu Utara Sambut Baik Tim Kemenko Polhukam Kunker ke Pulau Enggano

APRIZAL/BE
Brigjen TNI Yasid Sulistya saat memaparkan terkait kunker yang dilakukan oleh pihak Jajaran Pemkab BU, di Balai Daerah, kemarin (10/8).

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com – Tim Kemenko Polhukam melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dalam rangka pemantauan lapangan terkait implementasi kebijakan Pulau Pulau Kecil Terluar (PPKT) guna memperoleh data faktual tentang kondisi pertahanan dan keamanan serta pelaksanaan pembangunan di Kawasan PPKT sebagai bahan masukan kepada Menko Polhukam dalam sinkronisasi dan penyusunan kebijakan dalam Pengelolaan Pulau Pulau Kecil Terluar atau PPKT.

Dimana dalam kunker tersebut disambut baik oleh jajaran Pemerintah Kabupaten BU dalam hal ini Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP dan Dandim 0423/BU Letkol Inf Agung Pramudyo Saksono SSos MSi beserta kepala OPD terkait di Balai Daerah. Untuk Tim Kemenko Polhukam sendiri dihadiri langsung Asisten Deputi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Brigjen TNI Yasid Sulistya SSo MSi, Kepala Bidang Tata Ruang Pertahanan Kolonel Inf Sugeng Hartono SE MM dan Staf Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Aji Purnomo.

Saat ditemui awak media usai pelaksanaan Kunker tersebut Brigjen TNI Yasid Sulistya SSos MSi mengatakan, bahwa kunker ini dilakukan dalam rangka pemantauan lapangan terkait implementasi kebijakan PPKT guna memperoleh data faktual tentang kondisi pertahanan dan keamanan serta pelaksanaan pembangunan di Kawasan PPKT sebagai bahan masukan kepada Menko Polhukam dalam sinkronisasi dan penyusunan kebijakan dalam Pengelolaan Pulau Pulau Kecil Terluar. Dimana di Indonesia secara keseluruhan ada 69 pulau terluar yang tidak berpenghuni dan 42 pulau yang berpenghuni salah satunya Pulau Enggano di Kabupaten BU.

“Terkait Kunker ini, untuk meninjau Pulau Enggano karena Pulau Enggano salah satu pulau terluar, yang memiliki peran strategis sehingga ditetapkan sebagai kawasan strategis Nasional tertentu,” kata Brigjen Yasid

Brigjen Yasid menerangkan, bahwa secara keseluruhan di Indonesia ada 69 yang berpenghuni dan 42 yang tidak berpenghuni. Untuk di kabupaten BU ada 2 Pulau terluar 1 Enggano yang berpenghuni dan pulau mega yang tidak berpenghuni. Terkiat hal tersebut, untuk pulau Enggano sendiri nantinya akan ada 3 pembangunan yang diarahkan kesana yakni kedaulatan, kesejahteraan dan lingkungan hidup.

“Kita selaku tim pengelola PPKT dan selaku pengarah badan nasional penguasa wilayah perbatasan, tentunya ingin membangun daerah dari pinggir sesuai arahan pak presiden jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan wilayah pinggiran dengan wilayah pusat,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP sangat mengapresiasi atas kunjungan dari tim dari Kemenko Polhukam. Dari kunjungan ini ada beberapa point penting yang di bahas terkait kawasan terluar Pulau Enggano. Dimana Pulau Enggano merupakan kawasan strategis Nasional, maka dari itu kunjungan dari tim Kemenko Polhukam untuk melaksana progres pembangunan di Pulau Enggano menjadi satu kesatuan untuk diprioritaskan.

“Kita sangat bersyukur dengan adanya kunker dari Tim Kemenko Polhukam ini. Memang dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab BU, telah membuat program strategis baik pembangunan di bidang konektivitas, mobilitas dan infrastruktur. Harapan dengan ada kunker ini kendala-kendala yang selama ini seperti pelabuhan di pulau Enggano yang menjadi kendala saat ini dapat segera teratasi,” tukasnya.

Untuk diketahui jadwal Tim Kemenko Polhukam akan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten BU selama 5 hari yakni tanggal 10 hingga 15 Agustus 2020 mendatang.(127)