Pemkab Bengkulu Utara Gelar Sosialiasi Covid-19 Secara Roadshow

APRIZAL/BE
Bupati BU Ir H Mian saat memberikan arahan dan pemahaman kepada seluruh kepala desa yang mengikuti sosialisasi mengantisipasi penyebaran covid-19, Selasa (4/5).

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Sebagai upaya serius dalam rangka mengantispasi penyebaran Covid-19 pada perayaan hari Idul Fitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) dalam melakukan sosialisasi covid-19 secara road show keseluruh desa di 19 Kecamatan di Kabupaten BU. Untuk sosialisasi dihari terkahir ini yang pertama dilaksanakan di Sekretariat Posko Covid-19 kabupaten yang dihadiri 64 desa dari 5 Kecamatan. Yakni Kecamatan Arga Makmur, Arma Jaya, Lais, Air Besi dan Air Napal. Pelaksanaan kedua dilaksnakan di Aula Kecamatan Kerkap yang dihadiri 48 Desa dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Kerkap, Tanjung Agung Palik, Hulu Palik dan Enggano.
“Ya, ini adalah salah satu bentuk upaya serius kita dalam menangani penyebaran covid-19. Dimana secara road show mulai dari tanggal 1 hingga 4 Mei kita terus mensosialisasikan ini,”kata Bupati.

Bupati meminta, kepada seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa serta jajarannya, untuk selalu pro aktif mengedukasi warga agar mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 pada hari raya Idul Fitri sehingga jangan ada klaster-klaster baru nantinya. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah saja akan tetapi seluruh tingkatan pemerintahan yang ada hingga RT RW dan Linmas ikut turun dalam upaya mengantispasi penyebaran covid-19.
“Ini langkah upaya terkahir kita untuk mensosialisasikan terkait dengan bahaya dan resikonya bila terpapar covid-19. Dan ini bukan hanya pihak pemerintah saja akan tetapi pihak kepala desa hingga ke RW RT bahkan Linmas juga ikut turun mensosialisasikan ini,”ungkapnya.

Bupati juga berharap, kepada seluruh kepala desa untuk terus melakukan edukasi secara masif. Begitu juga kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri terhadap penyebaran covid-19 dengan selalu disiplin dalam menerapkna prokes. Karena bila masyarakat abai terhadap prokes akan menjadi beban moral bagi pemerintah.
“Inilah menjadi beban moral kita selaku pemangku wilayah bila masyarakat abai terhadap prokes. Maka dari itu kita berharap kepada seluruh kepala desa untuk dapat secara masif melakukan sosialiasi ini,”tandasnya.(127)