Pemkab Bengkulu Selatan Bakal Dorong Kualitas Layanan JKN-KIS

Bengkulu, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar forum kemitraan pemangku kepentingan JKN-KIS Kabupaten Seluma, Jumat (11/12). Sekertaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Yudi Satria mengatakan, lewat kegiatan ini, diharapkan ada persamaan pemahaman antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan tentang Program JKN-KIS, menampung dan memecahkan masalah yang selama ini terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Sosialiasi tentang Program JKN-KIS perlu kita lakukan lebih intensif kepada masyarakat di daerah Bengkulu Selatan, terlebih dengan sering diperbaruinya regulasi tentang JKN-KIS ini. Sebab, masih ada masyarakat belum begitu paham tentang Program JKN-KIS, sehingga kami mohon program ini lebih dikenalkan ke masyarakat bahkan sampe tingkat RT, RW atau desa,” ujar Yudi.

Dalam kegiatan tersebut, ia juga mengatakan jika Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Program JKN-KIS, mulai dari peningkatan kualitas fasilitas kesehatan kepada peserta JKN-KIS lewat implementasi antrean elektronik di Rumah Sakit Bengkulu Selatan, hingga pembayaran iuran Jamkesda yang terjadwal. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan juga terus berkomitmen menjaminkan masyarakatnya ke dalam Program JKN-KIS dengan telah dianggarkannya anggaran untuk melanjutkan kerja sama Jamkesda untuk tahun 2021.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Adian Fitria menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan Program JKN-KIS di Kabupaten Bengkulu Selatan. Salah satunya, data kepesertaan JKN-KIS yang berkualitas sesuai dengan NIK yang dikeluarkan oleh Dukcapil.

“Kepesertaan JKN-KIS sampai saat ini di Kabupaten Bengkulu Selatan sudah menyentuh angka 160.710 peserta atau 94.52% dari total peduduk sebesar 170.028 perserta, ini merupakan hal yang perlu ditingkatkan,” ujar Adian. (RW/dw)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*