Pemkab Bantu Korban Badai

LEBONG UTARA, BE- Rumah warga yang mengalami hancur akibat diterpa angin badai yang melanda Kabupaten Lebong pada Senin (22/1), telah diberikan bantuan sembako masa panik kepada pemilik rumah oleh Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lebong, Selasa (24/1) kemarin. Kepala Dinsosnakertransdukcapil Drs Saiful Anuar MM kepada wartawan mengatakan pihaknya masih mendata jumlah korban yang terkena musibah akibat angin kecang tersebut. Adapun rumah yang telah diberi bantuan tersebut yakni rumah Ponidi warga Desa Nangai Amen, Kecamatan Lebong Utara, yang rumahnya roboh akibat tertimpa dua pohon kelapa dan rumah Khairul alias Ujang, warga Desa Ladang Palembang, Kecamatan Lebong Utara, yang rumahnya roboh tertimpa pohon pinang dan pohon rambutan.

“Bantuan ini merupakan bantuan masa panik kepada warga yang rumahnya roboh akibat tertimpa pohon yang tumbang akibat terjangan angin kencang yang terjadi kemarin (Senin,red). Saat ini tim dari Tagana masih melakukan pendataan terhadap rumah yang hancur atau roboh akibat badai kemarin guna menperoleh data yang rill,” jelas Saiful. Untuk saat ini, lanjut Saiful, diperkirakan rumah yang hancur atau roboh akibat terjangan badai tersebut mencapai lebih dari 10 unit rumah. Namun, pihaknya dalam memberikan bantuan massa panik tersebut sesuai dengan kriteria yang memang berhak untuk menerima bantuan tersebut terutama rumah warga yang kurang mampu serta rumah yang mengalami kerusakan total. “Inikan musibah yang terjadi ditempat kita dan bantuan masa panik ini kita diberikan bagi korban yang telah masuk kriteria dalam pemberian bantuan massa panik tersebut seperti dari segi ekonomi, jadi nanti tidak seluruhnya rumah yang terkena badai mendapatkan bantuan,” lanjutnya. Sementara itu, korban Ponidi mengucap terima kasih kepada Pemkab yang telah memberikan bantuan massa panik tersebut. Diceritakannya, saat angin kencang yang disertai hujan pada Senin (23/1) kemarin, di rumahnya hanya ada istri dan anaknya. Sedangkan Ponidi sedang tidak di rumah. (777)