Peminat Magang ke Jepang Membludak

Peserta calon magang ke Jepang tampak berbaris mengikuti proses seleksi
Peserta calon magang ke Jepang tampak berbaris mengikuti proses seleksi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah mengalami vakum selama 4 tahun tepatnya sejak pemberhentian atau moratorium magang kerja oleh pemerintah Jepang. Kini Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu mendapatkan kesempatan magang kerja untuk para anak-anak muda yang ingin bekerja magang di Jepang.

“Ini merupakan perjalanan panjang dan kerja keras bersama hingga akirnya kembali dibuka lagi setelah vakum selama 4 tahun,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Jauhari, SH saat kegiatan sosialisasi magang ke jepang, Sabtu (28/10) lalu.

Kabid Lattas Disnakertrans Jauhari, SH berharap Para peserta magang dapat merubah sikap dan etos kerja dalam rangka perluasan dan kesempatan kerja, sebagai modal utama dalam membangun karir di dunia usaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Jauhari meminta bagi calon peserta yang akan lulus seleksi magang ke jepang dapat mematuhi kontrak yang ada dan harus bisa menunjukkan sikap yang baik. Agar tidak merugikan orang lain. “Mentaati tata tertib bekerja dan tidak melakukan pelanggaran yang ditentukan perusahaan yang ada di Jepang yang dapat mencemarkan nama baik Indonesia,” tuturnya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan Disnakertrans Provinsi Bengkulu dalam menyiapkan calon peserta magang adalah dengan memanggil dan mengikutsertakan alumni magang ke Jepang yang tergabung dalam Ikapeksi (Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia) yang nantinya mereka akan bercerita tentang kisah dan kiat magang ke Negeri Sakura dan Ikapeksi juga dilibatkan dalam setiap tahapan seleksi.

“Mereka (Ikapeksi) akan menceritakan bagaimana magang di Jepang dan usaha apa saja yang harus dipersiapkan oleh calon peserta magang. Termasuk usaha apa yang akan dirintis setelah pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu Nurul Insani, SH M.Si, menyambut baik dengan dibukanya kembali magang ke Jepang yang sudah 4 tahun di moraturium oleh Kemenaker RI, Hal ini disebabkan adanya kejadian sesuatu yang fatal bagi pekerja Indonesia, sebelum tiga tahun masa kontrak berjalan perwakilan Indonesia yang dikirim magang ke jepang keluar dari perusahaan dan melarikan diri.

“Oleh karena itu hal ini yang harus kita hindarkan jangan terulang kembali,” Harap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu Nurul Insani, SH., M.Si.

Disisi lain Ketua Ikapeksi Doni mengatakan sekitar 400 pendaftar magang yang telah mendaptarkan diri. Namun para pendaftar nantinya tidak serta merta bisa langsung dinyatakan berhak mengikuti program pemangangan karena harus melewati proses seleksi atau tes dan memakai sistem gugur,” tuturnya. (Any)