Pemilu di Lebong Tandai, Rawan

Kereta Molek Menuju Lebong Tandai
Dok/Bengkulu Ekspress
Kereta Molek menuju Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih yang akan digunakan untuk mengangkut logistik Pemilu April 2019 mendatang.

NAPAL PUTIH BENGKULU UTARA, Bengkulu Ekspress– Distribusi logistik Pemilu 2019 menuju Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara butuh kerja keras dan perlu pengawasan ketat. Jika tidak, maka logistik Pemilu rentan terjadi kerusakan dan kecurangan. Apalagi, satu-satunya transportasi yang digunakan menuju Lebong Tandai hanya Kereta Motor Roli Ekspress (Molek). Mirisnya lagi, rel Molek mengalami kerusakan yang sangat parah, sehingga akan mempersulit pendistribusian logistik tersebut.

‘’Memang pendistribusian logistik pemilu ke Desa Lebong Tandai butuh usaha yang ekstra,’’ ujar Camat Napal Puith, Abdul Hadi SIP kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (3/6).

Abdul Hadi akan berkoordinasi bersama petugas KPU dan Panwaslu serta pihak kepolisian setempat untuk pendistribusian logistik itu. Hal ini untuk mengantisipasi kerusakan kotak dan surat suara nanti. Baik dalam pendistribusian maupun penjemputan kembali.

‘’Jauh-jauh hari kita harus sudah mengatur strategi pengantaran logistik pemilu serta untuk menjemputnya kembali. Jangan sampai terjadi kecurangan Pemilu di Desa Lebong Tandai, sekecil apapun. Maka, seluruh unsur harus terlibat didalamnya,’’ ungkap Abdul Hadi.

Ia juga menyampaikan kondisi rel Molek saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, untuk mencapai Desa Lebong Tandai yang hanya berjarak 32 Km membutuhkan waktu hingga 7 jam perjalanan. ‘’Dari waktu tempuh yang mencapai 6 hingga 7 jam dengan jarak cuma 32 Km itu saja sudah tidak masuk akal. Untuk itu, bisa dibayangkan betapa sulitnya akses menuju Lebong Tandai,’’ terangnya.

Abdul Hadi mengkhawatirkan, ketika pendistribusian logistik Pemilu pada musim hujan. Karena, ditakutkan surat suara rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Akibatnya, pelaksanaan pencoblosan di Desa Lebong Tandai harus mengalami penundaan. ‘’Kondisi ini memang benar-benar harus diperhatikan. Lebih baik logistik cepat sampai dari pada mengalami penundaan. Kondisi seperti inilah yang perlu menjadi perhatian khusus,’’ tutur Abdul Hadi.

Sebelumnya, Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian sudah menandatangani kerjasama (MoU) dengan PT. API untuk membuka jalan menuju Desa Lebong Tandai. Bahkan, diharapkan pembukaan badan jalan dapat dilakukan pada akhir tahun 2018 ini. ‘’Kita akan ajukan dalam APBD Perubahan nanti. Minimal pembukaan badan jalannya dulu. Jadi, ketika musin kemarau, warga bisa melewati jalan itu walaupun bentuknya masih darurat,’’ pungkasnya.(816)