Pemilih Rasional Lebih Memilih Cakada Bersih dari Korupsi

Azhar Marwan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Bakal calon kepala daerah yang bersih dari praktik korupsi menjadi nilai tambah di masyarakat Provinsi Bengkulu. Hal itu diungkapkan pengamat Politik Universitas Bengkulu Drs Azhar Marwan MSi, menyikapi persyaratan KPU Provinsi Bengkulu terkait kandidat Calon Kepala Daerah (Cakada) yang berstatus mantan narapidana (Napi) yang harus melampirkan Surat Keterangan (Suket) dari Lapas dan KemenkumHAM serta membuat pengumuman di media massa sebelum mendaftar ke KPU Provinsi Bengkulu.

“Mengenai persyaratan KPU Provinsi Bengkulu terkait kandidat Cakada yang berstatus mantan narapidana (Napi) yang harus melampirkan Surat Keterangan (Suket) dari Lapas dan KemenkumHAM serta membuat pengumuman di media massa sebelum mendaftar ke KPU Provinsi Bengkulu, maka sosok figur yang dinilai masyarakat bersih, akan lebih mendapatkan penilaian lebih saat pilkada mendatang,” ungkap Azhar saat dihubungi Bengkuluekspress.com via whatshap, Kamis (27/2).

Dijelaskan dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unib itu, bagi masyarakat dalam kategori pemilih rasional akan memiliki dampak cenderung kurang mendukung terhadap cakada yang pernah tersandung kasus korupsi.

Tetapi bagi kategori pemilih tradisional dan emosional mungkin tidak terlalu kuat dampaknya terhadap kandidat bakal calon kepala daerah yang pernah tersandung kasus korupsi.

“Kalangan pemilih rasional saat memberikan arah dukungan, mereka akan lebih selektif dalam menentukan serta menetapkan pilihannya. Sebab mereka sudah trauma dan malu dari pengalaman masa lalu dimana secara berturut-turut kepala daerahnya tersandung kasus korupsi,” tegasnya. (HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*