Pemerintah Dituding Tak Mampu Atasi Banjir ?

MUKOMUKO, BE – Banjir yang diakibatkan luapan sungai di wilayah Mukomuko semakin meluas. Kemarin dini hari tidak kurang dari 67 rumah yang dihuni sebanyak 210 kepala keluarga (KK) di Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko terendam banjir. Luapan sungai Selagan dan Air Hitam itu bukan yang pertama kali , melainkan menjadi tempat penampungan air sementara setiap turun hujan deras. Dengan kondisi ini seakan-akan pemerintah tidak mampu untuk mengatasi banjir di desa itu. “Kami tidak begitu penting dengan bantuan sembako, yang penting itu bagaimana pemerintah melakukan solusi supaya banjir tidak terulang lagi,” ujar tokoh masyarakat Desa Pondok Batu, Lisman Hamidi yang diamini warga lainnya.

Dibeberkannya setiap pihak pemerintah turun ke lokasi bencana yang ditanyakan terus mengenai keluhan masyarakat dan apa yang harus dilakukan pemerintah. Hanya saja hal itu  hanya sebatas ditanyakan dan tidak ada realisasi.Pemerintah semestinya merealisasikandengan cara menambah pembangunan demi pembangunan supaya air sungai Selagan dan Air Hitam tidak lagi masuk ke rumah penduduk di desa itu.” Seperti pembangunan drainase di samping PDAM Tirta Selagan dengan panjang sekitar 4 km, pembangunan box culvert supaya air cepat tersedot dan lainnya. Semestinya yang perlu dilaksanakan,” terangnya.

Kades Pondok Batu, Syahrinal  menyampaikan kedalaman air banjir yang menggenangi rumah warga mencapai 60 cm. Tak hanya rumah warga yang tergenang, puluhan hektar hingga ratusan hektar kebun milik wargapun ikut terendam terutama tanaman sawit. Akibat banjir yang kerap terjadi ini kembali membuat aktifitas warganya terganggu dan akses untuk mengeluarkan hasil pertanian pun belum bisa dilakukan.”Dampak yang ditimbulkan banjir sangat merugikan masyarakat dan berpengaruh pada perekonomian,” terang Syahrinal.(900)