Pemerintah Diminta Beri UMKM Dana Tunai

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu diminta untuk memberikan bantuan modal usaha atau dana tunai kepada masyarakat yang siap menerapkan tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus Korona (Covid-19). Kebijakan itu dilakukan untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak terutama pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dalam masa pemulihan ekonomi, yang dibutuhkan masyarakat adalah dana tunai. Bagaimana masyarakat mendapatkan bantuan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan membuka kembali usaha yang sempat tutup,” kata Pengamat UMKM Provinsi Bengkulu, Beny Suharto, Selasa (9/6).

Ia mengatakan, pembukaan kembali sektor ekonomi saat penerapan new normal sangat penting. Apalagi ada sekitar 200 ribu orang saat ini sudah kehilangan pekerjaan dan itu mayoritasnya UMKM. Penerapan new normal itu lanjut Beny, harus mengutamakan UMKM dan masyarakat yang berusaha di pasar-pasar tradisional karena mereka sangat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Karena UMKM menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan dan sumber ekonomi sebesar 60 persen,” ujarnya.

Salah satu solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah bekerja sama dengan perbankan menyediakan permodalan kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Karena, tanpa jaminan pemerintah, mereka sangat kesulitan mendapatkan modal dari perbankan karena banyaknya persyaratan administrasi.

“Kesulitan akses pada permodalan harus segera disolusikan. Pemerintah harus bekerja sama dengan sektor perbankan dalam menyediakan pinjaman modal kerja kepada pelaku UMKM dengan jaminan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IDI Provinsi Bengkulu, dr Syafriadi mengaku, penerapan new normal dan pembukaan kembali ekonomi dapat memicu peningkatan jumlah korban tertular Covid-19. Masyarakat diminta untuk memastikan bahwa tetap disiplin dan mengikuti himbauan pemerintah.

“Tetap saja ini beresiko dan ini dilema dalam hal politik, baik bagi pemerintah pusat atau pemerintah daerah,” katanya.

Ia menyebut, pembukaan kembali sektor ekonomi di tengah pandemi sudah dilakukan di beberapa negara seperti Meksiko dan Singapura, banyak negara lainnya. Namun, saat itu dilakukan, kasus Covid-19 malah meningkat drastis.

“Meksiko membuka kembali tapi menentukan beberapa wilayah tetap pada zona merah. Singapura membuka kembali pada awal bulan Mei lalu, melihat jumlah kasus meningkat lagi,” ujarnya.

Ia meminta, pemerintah memastikan strategi yang tepat menghadapi new normal agar ekonomi tetap bisa berjalan dan kasus corona tidak meningkat seperti di negara lain.

“Kita harus menggunakan strategi yang lebih tepat lagi dalam hal kapan dan bagaimana kehidupan keseharian yang bisa kembali normal. Pastinya bagian yang tingkat resiko kesehatan publik terendah yang memberikan dampak terbesar untuk perekonomian, artinya usaha kecil menengah pasar tradisional bukan mal,” tutupnya.(999)