Pemerintah Alokasikan Rp 2,5 Triliun

Perluas Pembiayaan UMi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Secara Nasional pertumbuhan Usaha Mikro pada 2017 cukup signifikan mencapai 44 juta usaha atau sekitar 72,1 persen dari jumlah Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut membuat Pemerintah mengalokasi anggaran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 2,5 triliun pada 2018 untuk memperluas pembiayaan UMi di Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu.

Kepala Dirjen Perbendaharaan Negara (DJPN) Provinsi Bengkulu, Rinardi SE M.Sc mengatakan, Pemerintah saat ini terus mendorong upaya peningkatan pertumbuhan pembiayaan UMi di Indonesia termasuk di Bengkulu. Hal ini dinilai sangat tepat untuk memajukan perekonomian masyarakat melalui usaha mikro.

“Pemerintah menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan UMi di Bengkulu yang dinilai menjadi jalan yang tepat untuk memajukan perekonomian daerah,” ujar Rinardi, kemarin (24/1).

Bentuk perhatian khusus yang diberikan oleh Pemerintah kepada pelaku usaha mikro yaitu dengan mengalokasi anggaran pembiayaan UMi sebesar Rp 2,5 triliun pada 2018 untuk 800 ribu nasabah UMi yang tersebar diseluruh Indonesia. Seperti diketahui, alokasi anggaran ini meningkat dibanding tahun 2017 yang hanya mencapai Rp 1,5 triliun. “Meningkatnya pengalokasian anggaran UMi mengingat banyaknya debitur yang sukses menerima kredit ini selama 2017 lalu,” lanjut Rinardi.

Pada 2017 lalu, Pemerintah telah menyalurkan pembiayaan UMi kepada 307.032 debitur di Indonesia. Sedangkan untuk di Bengkulu sendiri pada 2017 lalu Pemerintah sudah menyalurkan pembiayaan UMi kepada 39 Debitur di Bengkulu dengan total pembiayaan mencapai Rp 246.2 juta dan outstanding sebanyak Rp 233.2 Juta.

“Mengingat alokasi anggaran pembiayaan UMi meningkat maka diperkirakan di tahun 2018 ini jumlah debitur dan total pembiayaan UMi yang diterima Bengkulu dipastikan juga meningkat,” jelas Rinardi.

Penambahan alokasi anggaran pembiayaan UMi ini diharapakan Pemerintah dapat membantu lebih banyak masyarakat untuk memanfaatkan dan mengembangkan usahanya. Sebelumnya pemerintah juga telah melakukan uji coba program pembiayaan UMi di 21 kabupaten/kota dari Sabang sampai Marauke termasuk di Bengkulu dan telah berjalan sukses sesuai harapan pemerintah.

“Walaupun dengan pembiayaan paling banyak Rp10 juta/nasabah, program UMi sukses memajukan usaha mikro didaerah,” tambah Rinardi.

Kesuksesan pembiayaan UMi mendorong masyarakat bisa mendapatkan modal kerja dengan bunga yang sangat rendah.

Bahkan bunga yang diberikan UMi bisa membantu mengembangkan usaha mikro yang ada di Bengkulu.

“Melalui program ini masyarakat bisa mendapatkan modal yang mudah dan murah karena bunganya tidak tinggi dan tidak memberatkan masyarakat,” sambung Rinardi.

Meskipun termasuk dalam kredit yang mudah dan murah untuk masyarakat, akan tetapi pada pertengahan 2018 ini program pembiayaan UMi yang telah disalurkan tetap dilakukan evaluasi.

Jika proses penyalurannya berjalan lancar dan sesuai rencana maka pemerintah tidak akan menutup kemungkinan akan menambah lagi alokasi anggarannya pada 2019 mendatang.

“Jadi masyarakat harus benar-benar bisa mempergunakan kredit UMi dengan sebaik-baiknya agar tahun depan bisa ditambah lagi oleh Pemerintah,” tukas Rinardi. (999)