Pemenang Hadiah Utama

Dikabari Lewat Handphone, Seolah Tak Percaya

Nasib seseorang memang tidak ada yang tahu alur ceritanya. Seperti yang dialami salah seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Kota Bengkulu. Dialah pemenang hadiah utama dalam senam massal yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Harian Bengkulu Ekspress yang digelar di Jalan Pariwisata Pantai Panjang Bengkulu, kemarin. Bagaimana ceritanya? Simak laporan berikut;

==DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu===

Dini Herlinawati SPd, inilah nama yang dipanggil Walikota H Ahmad Kanedi SH MH, saat membaca nama pada kupon yang baru saja diambilnya dari puluhan ribu kupon yang ada. Dini Herlinawati mendapatkan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor persembahan Honda Bengkulu. Namun saat nama ini dipanggil panitia, pemilik nama tidak berada di tempat karena mengantar anak sulungnya berlatih tekwondo di SMAN 5 Bengkulu. Karena Dini Herinawati telah meninggalkan pesan kepada kepala sekolah tempat ia mengabdi, sehingga sang kepala sekolah, Juraidah SPd MPd pun naik ke atas panggung untuk memenuhi panggilan panitia. Serah terima kunci sepeda motor pun dilakukan di atas pentas yang disaksikan ribuan peserta senam lainnya.┬áSetelah itu, kepala sekolah pun menghubunginya lewat handphone mengatakan ia pemenang hadiah utama sepeda motor tersebut. “Saat kepala sekolah menelepon, saya sempat tidak percaya,” katanya. Untuk memastika kebenaran berita tersebut, ia pun bergegas menuju lokasi pencabutan undian, yakni belakang Bengkulu Indah Mall (BIM). Selama dalam perjalanan, ia pun diselimuti rasa gelisah dan cemas. Bahkan, nazar pun terucap, yakni, jika memang dirinya yang mendapatkan motor tersebut, maka ia akan bersedekah kepada anak yatim. Sampai di lokasi, ternyata apa yang dikatakan Kepseknya, Juraidah SPd MPd benar adanya. Ia pun terharu sambil mengucapkan puji syukur sembari berterima kasih kepada Bengkulu Ekspress, Honda Bengkulu dan Pemkot Bengkulu sebagai penyelenggara acara. Ternyata bukan dirinya saja yang tidak percaya dengan kenyataan itu, sang suaminya Marlindra Rangge yang bertugas di Dinas Pertambangan Bengkulu Tengah juga tidak percaya dengan kabar tersebut. Namun setelah melihat kunci besar yang diserahkan panitia, barulah ia menyadari bahwa keluarganya betul-betul mendapat ”durian runtuh”. “Sebelumnya saya tidak ada firasat atau tanda-tanda apa-apa, karena sewaktu membeli dan mengisi kupon saya anggap hal yang biasa,” akunya. Jumlah kupon yang ia beli pun tidak banyak, yakni hanya 5 lembar. Namun berhasil mendapatkan sepeda motor yang bernilai belasan juta rupiah. “Saya beli 5 lembar dan ditulis atas nama sendiri,” ungkapnya. Mengenai rencana penggunaan motor tersebut, ia mengungkapkan akan dipakai sendiri, sebagai kenang-kenangan saat mengikuti senam massal pertama, terpanjang dan terbanyak di Kota Bengkulu. “Rencananya motor ini akan saya pakai sendiri sebagai kenang-kenangan,” ucapnya dengan mata berbinar pertanda penuh syukur dan haru. (**)