Pemenang Hadiah Utama Macing BE Datang dari Luar Kota, Bahagia Dapat Motor

Nasib seseorang memang tidak ada yang tahu alur ceritanya. Seperti yang dialami pemengan hadiah utama lomba mancing yang digelar Harian Bengkulu Ekspress di kolam pemancingan Tiara Indah, simpang Kandis Kota Bengkulu, kemarin. Pemenang hadiah utama berupa 4 unit sepeda motor Honda ini adalah Yadi Arlen (34), Nurul Ichwan (59), Tamsil (50) dan Arip Hidayat (30). Ke-4 peserta ini berhasil mendapatkan ikan terberat 1, 2, 3, dan 4 sehingga masing-masing berhak mendapat 1 unit sepeda motor plus doorprize lainnya. Bagaimana ceritanya? Simak liputan berikut;

==DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu===
Yadi Arlen dengan nomor lapak 189. Nama inilah yang dipanggil panitia saat acara lomba usai digelar. Ia berhasil memenangkan perlombaan dengan mengangkat ikan seberat 4,4 Kg. Atas keahlian dan keberuntungannya dalam memancing, ia berhak atas 1 unit sepeda motor dan doorprize tambahan lainnya. Pria asal Jalan Ir Sutami Gang Sriwijaya Karang Suci Argamakmur, Bengkulu Utara ini tidak sia-sia datang ke Bengkulu hanya untuk mengikuti lomba mancing. Soal biaya dan waktu tidak menjadi masalah baginya, asalkan hobinya dapat tersalurkan. “Saya memang sudah hobi memancing sejak 4 tahun terakhir, namun baru kali ini mendapatkan hadiah berupa sepeda motor,” ungkapnya penuh bahagia. Ia mengungkapkan, motor yang didapat tersebut akan dipakai sendiri sebagai kenang-kenangan pemenang lomba mancing yang digelar Bengkulu Ekspress. Pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini mengaku sangat senang mendapatkan hadiah tersebut, karena sebelumnya tidak pernah tercetus di pikirannya akan keberhasilannya mendapatkan sepeda motor seharga belasan juta rupiah hanya dengan megikuti perlombaan yang sangat disukainya. “Saya tidak menyangka mendapatkan motor, karena sebelumnya biasa saja dan tidak ada perasaan atau firasat khusus tentang dapat hadiah ini,” ungkapnya. Serupa juga disampaikan pemenang kedua seorang pensiunan PNS, Nurul Ichwan (59). Bapak yang juga berasal dari Arga Makmur, Bengkulu Utara ini berhasil mendapat ikan seberat 3,7 Kg sehingga diberikan hadiah 1 unit sepeda motor Honda. Ia juga mengaku senang atas hadiah tersebut. Sebagai ungkapan kebahagiannya, motor tersebut dihadiahkan kepada cucunya yang saat ini masih berstatus pelajar. “Saya berniat, motor ini diberikan kepada cucu,” ucap mantan Jurnalis ini dengan ramah. Ia juga mengaku berkat hobi memancing sehingga antara Arga Makmur dan Kota Bengkulu bukanlah jarak yang jauh untuk dilewati. Biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu diperhitungkan, asalkan hobi tersalur dan kebersamaan terjalin dengan baik. “Tentu saya sangat senang akan hadiah ini, karena ini baru pertama kali mendapatkan hadiah dalam lomba memancing,” tutur pemilik kolam pemancingan di Arga Makmur ini. Ia juga mengaku tidak memiliki perasaan khsusus sebelum diumumkan sebagai pemenang, karena melihat peserta yang cukup banyak juga membuat ia sedikit pesimis menjadi pemenangnya. Kemudian pemenang hadiah ke-3 yang juga mendapatkan 1 unit sepeda motor ialah Tamsil (50). Karyawan Bank Indonesia Bengkulu ini berhasil mendapatkan ikan seberat 3,4 Kg. Sama dengan pemanang lainnya, ia pun hanya berniat menyalurkan hobi serta refresing melepas penat diakhir pekan. Rencanya motor tersebut akan digunakan sendiri, karena merupakan satu-satunya hadiah yang pernah di peroleh dalam lomba memancing selama ini. “Baru kali ini saya mendapatkan hadiah berupa sepeda motor, dan akan diabadikan sebagai kenang-kenangan,” ucapnya. Sementara hadiah utama ke-4 diraih oleh Arip Hidayat (30), warga Desa Kampung Muara Aman Kabupaten Rejang Lebong. Ia berhasil mendapatkan ikan seberat 3,4 Kg. Uniknya, ia mengaku baru kali ini menginjakkan kaki di Kota Bengkulu hanya untuk mengikuti perlombaa memancing. Dan terbukti, jerih payahnya tidak terbuang percuma ia pun berhasil mendapatkan hadiah berupa 1 unit sepeda motor persembahan Bengkulu Ekpress dan Honda Bengkulu. “Sebelunya saya sudah sering mengikuti lomba memancing, namun baru kali ini mendapatkan motor,” ungkapnya. Ia mengaku awalnya sepeda motor tersebut akan diabadikan sebagai cendera mata dari Surat Kabar Harian Bengkulu Ekspress, namun dengan pertimbangan jarak yang jauh antara kota Bengkulu-Rejang Lebong, akhirnya ia pun berniat menjual sepeda motornya tersebut. “Karena pertimbangan membawanya cukup jauh, sehingga saya putuskan sepeda motor tersebut akan dijadikan uang saja,” ujar pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini. (400)